BAB 18 KMJN

2080 Words

Ruang kerja pribadi Aginos Falcone terasa seperti dunia lain — sunyi, berat, dan berlapis aroma bourbon tua. Lampu gantung kristal hanya menyala setengah, menyoroti meja besar dari kayu mahoni yang dipenuhi berkas dan peta wilayah operasi. Pintu terbuka perlahan. Marco masuk, langkahnya tenang, membawa setumpuk dokumen dan satu flashdisk kecil di tangan kanan. Ia meletakkan keduanya di atas meja dengan gerakan rapi, seperti biasa. “Semua data sudah di dalam sini,” katanya singkat. “Ada beberapa pergantian pelayan. Entah kontrak dari penyalur sudah habis atau mereka memilih tidak melanjutkan. Hans dan Roman sedang menuju tempat orang-orang yang berhenti itu.” Ia berhenti sejenak, menatap layar komputer yang memantulkan wajah tuannya. Sebuah senyum kecil terselip di sudut bibir Marco—buka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD