19 Dag dig dug

1730 Words

Seruni lebih memilih diam sewaktu mendampingi Jingga makan siang. Sudah dua kali pria tampan itu minta tambah nasi dan bolak-balik dari konter ke ruang makan bukanlah hal yang menyenangkan, terutama jika banyak paket masuk yang mesti ditimbang. Haris sudah berangkat mengantar paket hingga hanya tinggal Sarah seorang. Bunyi mesin printer yang tidak berhenti selama sepuluh menit berturut-turut, cukup membuatnya was-was. Bijaknya, Sarah tidak memanggil karena tahu, Seruni sedang menjalankan tugasnya sebagai istri. Hanya saja, dia sendiri menjadi tidak tega dan sempat ke depan selama beberapa menit, lalu Sarah menyuruh Seruni agar tidak meninggalkan Jingga sendirian tiap dia makan. "Gue kasih tau, ya, laki-laki itu paling mudah disentuh hatinya lewat makanan. Pas makan juga, dia bakal cerita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD