Kedatangan Delio dan Ailee

515 Words
Mereka menyebutnya sarapan, namun hari yang semakin siang membuat itu tidak lagi bisa disebut sebagai sarapan. Eliza duduk bersandar di sofa sembari menunggu Dirga yang sedang mengambil salep untuk luka yang disebabkan oleh percikan minyak panas ditangannya tadi. "Wah.. Obat-obatmu banyak sekali" Decak kagum Eliza melihat Dirga yang kembali membawa kotak obat berwarna bening berukuran sedang yang dipenuhi dengan berbagai jenis obat. "Persiapan obat-obatanmu ternyata lengkap" "Kak Delio yang nyiapin semuanya, waktu pertama kali aku tinggal sendiri, kak Delio nyiapin ini semua. Hampir tiap bulan kak Delio ngejenguk aku dan dia rutin mengecek kotak obat dan periksa obat-obat apa aja yang kurang atau obat-obat apa saja yang sudah tidak bisa digunakan lagi.." Dirga mulai mengoleskan salep pada luka ditangan Eliza. Mengoleskan dengan pelan dan telaten agar Eliza tidak merasakan sakit atau perih. "Wah.. Kak Delio tahu banyak tentang obat.." "Ya begitulah.." "Tapi semenjak aku disini, aku gak pernah liat kak Delio datang kesini" "Kak Delio sibuk sama kuliahnya yang dia tinggal selama dia di Rumah sakit. Kak Delio pernah kok kesini, cuman kamu lagi keluar sama teman-temanmu.." "Aku udah gak pernah lagi ketemu sama kak Delio, terakhir saat dia baru keluar dari rumah sakit dan ngejenguk kita langsung di sekolah.." "Palingan.." Belum Dirga menyelesaikan kata-katanya, ia berbalik mendengar pintu rumahnya terbuka. "Siapa yang datang? Kok bisa masuk.." Tanya Eliza kebingungan sembari menatap kearah pintu yang tidak bisa dilihat dari tempatnya duduk sekarang. "Palingan Ayah sama Nara, kalau bukan kak Delio. Mereka punya kunci serep rumahku" Jawab Dirga dan kembali fokus mengoleskan salep pada luka Eliza. "Kita gak sambut mereka.." "Bentar lagi juga bakal nongol, tunggu sa.." "Kak Delio.." Seru Eliza memotong perkataan Dirga dan tersenyum untuk memberi kesan ramah saat melihat Delio dari balik dinding. "Oh, Ailee.." Dirga terkejut mendengar Eliza menyebut nama Ailee, ia mengangkat kepalanya, menatap wajah Eliza sejenak kemudian berbalik dengan cepat. "Ailee..." Gumam Dirga menatap Ailee yang sudah lebih dulu menatapnya dengan tatapan tak senang. Cemburu? ****** Keheningan sempat terjadi diantara mereka. Ekspresi wajah tak senang Ailee tidak lagi bisa dia sembunyikan. Dirga pun tidak beda jauh dari Ailee, meski sudah berusaha sebisanya untuk mengontrol perasaan dan ekspresinya, namun tetap saja ledakan-ledakan kecil dalam hatinya terus saja bergemuruh membuatnya kesulitan mengendalikan perasaannya. Kenapa baru datang sekarang? Apa kamu lupa jalan kerumahku atau kamu sudah benar-benar menempatkan dirimu sebagai kakak iparku? Dirga melirik Ailee sejenak. Aku merindukanmu, rindu melihatmu ditempatku ini. Dirga tertuunduk pelan. Ah, apa perasaanku ini salah? Dia milik kakakku sekarang. Maaf saja, aku masih begitu sulit mengendalikan perasaanku. Dirga melirik Eliza yang hanya terdiam ditempatnya. Aku pernah bingung pada perasaanku. Namun, melihatmu saat ini bersama dengan orang lain, membuat hatiku terbakar cemburu dan hal itu menyadarkanku, aku masih mencintaimu. Aku hanya salah mengira tentang perasaanku pada orang yang mulai membuatku terbiasa hidup dengannya. Sebelumnya Ailee sering singgah dirumah Dirga untuk sekedar menghabiskan waktu bersama. Namun, setelah pertunangan itu, selain karena Dirga yang terus-terusan menghindari Ailee juga karena Ailee sendiri yang menjaga jarak dari Dirga agar bisa menata perasaannya untuk lebih baik dalam menjalankan rencananya. Meski hatinya sangat ingin memiliki hubungan seperti sebelumnya bersama Dirga, namun semuanya harus Ailee tahan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD