Kecemburuan Ailee

685 Words
Dirga benar-benar berusaha menepati kata-katanya, berkelakuan baik pada Eliza dan mencoba menjaga Eliza sebisanya.  Meski ia masih saja menggerutu dalam hati. "Dirga..." Dirga menoleh mendengar namanya disebut seseorang. Ailee memberinya senyuman manis pagi ini saat menyapanya. "Ngapain kamu disini?" Tanya Ailee sembari melirik toilet perempuan yang ada dibelakang Dirga "Nunggu seseorang.." Perasaan yang belum bisa Dirga kendalikan sepenuhnya pada Ailee membuat Dirga sering kali kebingungan menghadapi Ailee Dirga sendiri bingung harus mengambil tindakan seperti apa. Dia sadar, dia harus menghindari Ailee untuk bisa menyelesaikan perasaan pribadinya pada Ailee, namun sikap Ailee yang masih saja terus-terusan berlaku baik dan terkadang manja pada Dirga membuatnya tidak tahu harus bagaimana lagi. Dirga selalu terkesan menolak untuk didekati oleh Ailee, namun dilubuk hatinya yang terdalam dia masih sangat senang ketika Ailee ada disekitarnya, dia masih saja rindu memanjakan Ailee seperti biasanya. Tapi kembali lagi dia tersadar, bahwa Ailee wanita yang dicintainya itu sekarang adalah milik orang lain. "Siapa??" Belum Dirga menjawab pertanyaan Ailee, Eliza sudah muncul dari belakang Dirga. "Sudah??" Tanya Dirga pada Eliza, mencoba mengabaikan Ailee. Untung saja anak kecil ini muncul tepat waktu. "Di dia???" Seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ailee mencoba memperjelas tentang keberadaan Eliza. Meski sudah sangat jelas hanya dengan melihat Eliza yang menggunakan seragam sekolah yang sama dengan mereka. "Dia sekolah disini?" Eliza tersenyum, mencoba memberi kesan yang baik dan ramah pada Ailee. Namun ekspresi Ailee malah memperlihatkan kesan tidak suka. Aku apa pernah melakukan kesalahan sama perempuan ini. Dia selalu saja memperlihatkan ekspresi tidak senang setiap melihatku. Eliza kembali mengingat bahwa perempuan yang sedang berbicara dengan Dirga ini adalah perempuan yang sama dengan yang dia temui di rumah sakit kemarin. Eliza juga masih mengingat bagaimana tatapan Ailee waktu itu. "Kenapa dia sekolah disini juga?" Alis yang dia kerutkan memperlihatkan bagaimana Ailee cukup heran melihat Eliza. Ekspresi wajah Ailee yang tidak bisa dia sembunyikan membuat tanya di benak Dirga. Kenapa sama Ailee? Sebelelumnya aku juga menangkap eskpresinya yang seperti ini saat dirumah sakit kemarin. "Jangan tanya sama aku, Ayah yang menentukan semuanya.." "Ayah?? Kenapa Ayah..." "Karena dia tinggal bersamaku.." Potong Dirga. "Biar gampang aja berangkat kesekolahnya.." "Dia sudah tinggal sama kamu??" Mata Ailee membelalak seolah tidak percaya. Kembali Ailee melirik Eliza yang berdiri disamping Dirga Dia terkejut? Apa dia cemburu? "Iya.. Memangnya kenapa?" Dirga mencari tahu apa maksud dari ekspresi wajah yang ditampakkan Ailee "Ka kalian tinggal berdua??" Tidak salah lagi, Ailee sedang cemburu. Ini mengingatkanku bagaimana dia yang kesal seperti sekarang ini saat cemburu dulu. Apa aku jadikan si kecil ini saja sebagai senjata?? Aku mau Ailee merasakan sedikit saja apa yang aku rasakan selama ini saat melihatnya bersama kak Delio. "Iya.. Dan tadi pagi Eliza menyiapkan sarapan untukku.." Dirga tersenyum, mengayunkan tangannya dan meletakkan dipundak Eliza sembari menarik Eliza untuk bisa lebih dekat dengannya. Anak ini kenapa sih?? Kok jadi aneh begini? Eliza dibuat bingung dengan kelakuan Dirga yang jelas berbeda dari biasanya. Ailee mengalihkan pandangannya. "Udah urusannya sama toilet?" Dirga bertanya dengan ramah membuat Eliza semakin bingung. "Udah.." Jawab Eliza menatap Dirga dengan terheran-heran. Ailee kembali menatap Dirga. "Aku duluan ya, mau ngantar Eliza ke ruangan guru dulu.." Dirga menggenggam tangan Eliza yang diikuti oleh tatapan Ailee juga Eliza. "Ah aku duluan.." Eliza masih mencoba ramah meski dia tahu, ada rasa tidak suka pada Ailee yang ditujukan padanya. Ailee hanya menatap keduanya yang berlalu meninggalkannya. Eliza masih saja kebingungan. Bingung dengan Ailee yang selalu melihatnya dengan ekspresi tidak senang dan bingung dengan perlakuan Dirga yang menurutnya itu sangat aneh. Dirga melepas genggamannya setelah beberapa langkah menjauh dari Ailee, seolah memperkirakan bahwa jangkauan penglihatan Ailee sudah tidak bisa melihat mereka lagi. Sikap Dirga yang seperti menimbulkan banyak pertanyaan dibenak Eliza Ada apa ini? Apa yang Dirga lakukan? Dan kenapa dengan??.. Eliza berbalik dan jangkauannya sudah tidak bisa melihat Ailee lagi. Apa ada sesuatu diantara mereka? Tapi bukannya perempuan itu adalah tunangan Delio??. Eliza kembali menyelaraskan langkahnya dengan langkah Dirga yang memiliki luas lebih dibanding dirinya. Eliza sesekali melirik Dirga mencoba menebak-nebak apa yang Dirga pikirkan melalui eskpresi wajahnya. Namun wajah yang ditekuk tak bereskpresi itu membuat Eliza menyerah untuk menebak apa yang dipikirkan laki-laki yang tiba-tiba berubah menjadi dingin itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD