6

1096 Words

6 Davien tiba di apartemen Jasmine dan menekan bel. Tak lama kemudian pintu terbuka. Ia mengangkat alis melihat seorang wanita seumuran Jasmine berdiri di depannya. Sepertinya ia pernah beberapa kali melihatnya menemui Jasmine di kantor. “Hai, Davien!” sapa wanita itu dengan senyum lebar. Davien sedikit berjengit, tidak menyangka dengan sapaan akrab tersebut. “Hai ....” “Aku Florie Claude, sahabat Jasmine.” Gadis itu mengulurkan tangan. Davien menjabatnya sekilas. “Jasmine ada?” “Ada. Kau datang lebih cepat. Dia baru selesai berdandan. Masuklah,” ajak Florie sambil membuka pintu lebih lebar. “Tidak! Jangan! Aku sudah selesai!” Sebuah suara berseru menyela. Davien terkejut saat tiba-tiba sesosok ramping dengan rambut sebahu yang tergerai indah, muncul di samping Florie. “Aku sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD