12

1107 Words

12 Jasmine baru saja tiba di rumah senja Minggu itu saat bel apartemennya berbunyi. Dengan malas-malasan ia menuju pintu. Jasmine merasa lelah. Dua hari ini ia kurang istirahat. Tidur seranjang dengan Davien membuat Jasmine gelisah karena hasrat begitu kuat menguar di antara mereka. Bergelora dalam dirinya. Saat membuka pintu, Jasmine terkejut melihat Benson berdiri di depannya. “Ben?” Jasmine mengangkat alis bertanya. Ia tidak memberi tahu Benson kalau sudah kembali, jadi bagaimana bisa pria itu muncul sesaat setelah ia tiba? “Hai, Jass. Senang kau sudah kembali.” “Bagaimana kau tahu aku sudah pulang?” Benson tersenyum lebar. “Hanya menebak.” “Oh ....” Jasmine membuka pintu lebih lebar, mempersilakan Benson masuk. Benson berjalan ke ruang duduk sementara Jasmine menutup pintu. “A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD