13 Jasmine keluar dari ruangan Davien, melangkah tak semangat memasuki ruangannya yang berada tepat di depan ruangan Davien. Ketika tiba di meja kerjanya, ia mengenyakkan diri di kursi lalu meraih ponsel yang tergeletak di atas meja dan menghubungi Benson. Beberapa detik kemudian, panggilan tersambung. “Ben.” “Hai, Jass. Ada apa?” tanya Benson dengan suara ceria. “Nanti malam—” “Ah ya, jangan lupa janji makan malam kita. Aku sudah memesan meja.” Benson menyebut nama sebuah restoran. Jasmine menelan ludah yang terasa bergumpal. “Aku minta maaf, Ben.” “Kenapa?” “Nanti malam aku tidak bisa. Aku harus menemani atasanku makan malam bisnis.” Sesaat Benson terdiam, membuat Jasmine semakin tidak nyaman. “Maksudmu kekasihmu,” kata Benson lamat-lamat dengan nada sedikit sinis. Jasmine in

