14

1327 Words

14 “Berengsek!” sambut Geoge begitu Davien tiba di depannya. Larut malam itu mereka bertemu di bar. Davien tertawa kecil dan menjabat tangan Geoge dengan gaya khas laki-laki. “Maafkan aku, Bung,” Geoge menyeringai masam sementara Davien tersenyum lebar melihat kekesalan sepupunya. Menjelang sore, Davien berubah pikiran dan menghubungi Geoge, mengatakan alasan tak masuk akal kalau ia ada kencan romantis yang sangat penting. Kencan romantis, ya tentu saja. Ciumannya dan Jasmine menjadi simbol bahwa makan malam dengan sekretaris sekaligus tunangan pura-puranya itu bisa dikatakan sebagai kencan romantis. Davien tahu ia bermain api dengan terus mencium dan menggoda Jasmine. Namun hasrat yang bergolak dalam dirinya benar-benar tak tertahankan. Mencium Jasmine satu kali adalah kesalahan. D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD