Malam ini rehan mengirim pesan kepada kia untuk menanyai perihal jawab atas lamarannya. Dan kia menjawab agar dosennya itu datang kerumahnya esok hari.
Rehan tidak sabar menunggu hari esok, dirinya benar-benar berharap kia akan menerima lamarannya.
Keesok harinya
Keluarga alga kembali berkumpul di rumah kia. Alga sendiri belum terlihat batang hidung nya dikarenakan ada pekerjaan di kantor, dan mengatakan akan menyusul.
"Bagaimana adzkia, apakah kamu menerima lamaran anak bunda?" Tanya bunda alga
"Boleh kia mengajukan beberapa pertanyaan dengan pak rehan?" Balasnya
"Assalamualaikum, maaf alga telat." Ucap alga sambil mencium tangan para orang tua.
"Enggak kok nak. Mama ngerti kamu pasti sibuk banget." Balas aida
"Mama tau aja." Balasnya
"Kamu mau nanya apa adzkia?" Tanya Rehan.
"Seperti yang bapak tau, saya baru saja menyelesaikan pendidikan saya. Dan saya masih memerlukan waktu ke tahap koas agar saya sah menjadi seorang dokter. Apa bapak mengizinkan saya tetap melanjutkannya jika saya telah menjadi istri bapak?"
"Saya akan mendukung penuh apa yang kamu cita-citakan adzkia. Saya tidak akan membatasi kamu untuk itu." Balasnya.
"Apa bapak mengizinkan saya bekerja setelah menikah?"
"Apa bisa saya meminta kamu untuk tidak bekerja? Biar saya yang fokus bekerja dan kamu tinggal menunggu saya dirumah."
"Dokter cita-cita kia kak. Kia bisa bekerja di rumah sakit ayah jika kak rehan tidak ingin kia jadwalnya padat. Tapi itu balik lagi ke kak rehan, karna kakak kepala keluarganya." Ucap alga membuka suara.
"Benar kata alga nak." Ucap bunda alga menyetujui ucapan anak bungsunya
"Saya akan mengizinkan kamu bekerja." Ucap rehan walaupun terpaksa
"Boleh saya bertanya 1 lagi pak?" Izin kia
"Silahkan."
"Selingkuh dan poligami adalah 2 hal yang paling saya tidak sukai dalam sebuah hubungan. Agama memang tidak melarang berpoligami, tapi saya tidak menyukainya dengan alasan apapun. Bagaimanapun saya hanya seorang manusia biasa yang memiliki rasa cemburu. Apa bapak bisa menjamin untuk tidak melakukan kedua hal tersebut? Dan apa jaminannya?" Tanya kia
"Mungkin kamu pikir kita baru saja saling mengenal 6 bulan belakangan ini. Tapi pada kenyataannya saya sudah menaruh hati kepada kamu sejak 2 tahun yang lalu. Saat pertama kali saya berjumpa kamu di mall bersama aisyah. Saya sempat ingin melupakan kamu, tapi ternyata takdir berkata lain sehingga saya kembali di dekatkan dengan kamu melalui bimbingan skripsi kamu. Mungkin ini terbilang cukup aneh. Di saat saya dosen dari indonesia tiba-tiba diutus menjadi dosen pengganti di kampus kamu yang notaben nya tidak ada hubungan sama sekali dengan kampus saya. Dan lebih aneh nya saya dipilih menjadi dosen pembimbing kamu, disitu saya berpikir jika tuhan sudah membuat rencana untuk mendekatkan kita.
Dan mulai saat itu saya bertekat untuk memperjuangkan kamu. Saya tipe pria yang ketika sudah mencintai maka saya akan memberikan hati saya seutuhnya, kalau kamu tidak percaya kamu bisa menanyai langsung dengan alga, bunda dan ayah saya. Mereka adalah saksi hidup saya. Dan mereka juga sangat mengtahui bagaimana saya jika sudah sangat mencintai seseorang. Dan sekarang hati saya sudah jatuh-sejatuhnya kepada kamu, untuk apa saya berselingkuh dan poligami jika saya sudah memiliki kamu yang sangat sempurna. Wanita yang sangat saya ingin dan butuhkan. Dan Sebagai jaminan untuk kamu, saya akan memberikan seluruh yang saya miliki dan saya bersedia dihapus dari keluarga Dirgantara jika saya berselingkuh ataupun mempoligami kamu. Saya akan membuat hitam di atas putih untuk itu." Jawab rehan panjang lebar.
"Bunda akan menjamin jika rehan tidak akan berselingkuh dan poligami jika itu yang kamu takuti nak." Ucap bunda alga menambahkan.
Azka yang sedari tadi memperhatikan kakak dari alga cukup terkesan dibuatnya. Jawaban rehan benar-benar sangat memuaskan.
"Terimakasih atas jawaban bapak.
bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama allah dan atas restu kedua orangtua beserta kakak saya, saya Adzkia Shaqueena syahira menerima lamaran bapak dan bersedia menjadi pendamping hidup pak Rehan."
"Alhamdulillah." Ucap semuanya bersyukur.
Rehan yang senang langsung memeluk alga yang berada di samping nya.
"Gue diterima ga." Ucap nya seraya menangis dipelukan adik nya.
"Selamat, gue ikut bahagia." Balasnya mencoba sekuat mungkin tidak menangis.
Kia melihat alga tersenyum pedih.
Kia mengganggam erat tangan kakaknya. Dia berusaha semaksimal mungkin untuk bisa bertahan agar tidak menangis.
Tapi ternyata pertahanan kia runtuh. Dia langsung meneteskan air matanya. Melihat sang adik menangis, azka langsung membawa kia kepelukannya, azka sangat tau apa yang dirasakan sang adik. Bahkan dirinya juga bisa merasakan kepedihan dari sahabat nya alga. Sahabatnya itu berusaha setegar mungkin tersenyum bahagia di saat hatinya benar-benar terluka. “Belajar mencintai rehan ki, dan lupakan alga." Bisik nya di telinga kia yang hanya didengar oleh kia.
"Kia akan berusaha kak." Balasnya
Setelah semuanya tenang. Ayah alga membuka suara
"Kira-kira kapan bisa dilangsungkan pertunangan dan pernikahannya pak aldy?" Tanyanya kepada papa kia
"Saya serahkan kepada kedua calonnya saja pak"
"Bagaimana han?" Tanya ayahnya
"Rehan mau secepatnya yah jika adzkia setuju. Kalau bisa dalam 1 atau 2 bulan ini sudah terlaksana sampai pernikahan. Bagaimana menurut kamu adzkia?" Tanya rehan.
"Saya ikut saja keputusan dari bapak. Yang jelas saya sudah menerimannya." Balas kia
"Ok, bagaimana kalau pertunangan kita laksanakan minggu depan? Dan pernikahannya 1 bulan lagi?" Tanya rehan
Kia menganggukan kepada sebagai tanda setuju. Toh mau cepat atau lambat dirinya juga akan menjadi istri dari kakaknya alga.
Setelah semua pembahasan mengenai pertunangan dan pernikahan selesai, seluruh keluarga alga pamit pulang. Alga masih ada di rumah kia karna azka yang menahannya dan mengajak bicara dikamarnya.
Sedangkan orang tua kia sudah beranjak menuju rumah orang tua aldy yang berada di blok berbeda dari rumahnya untuk memberitahui perihal tanggal pertunangan dan pernikahan kia.
Baik orang tua aldy dan orang tua aida keduanya telah mengetahui jika cucu perempuan pertamanya itu di lamar. Kedua belah pihak pun sudah setuju karna memang sudah mengenal alga dengan baik. Awalnya kedua pihak itu mengira sang cucu akan menikah dengan alga mengingat keduanya sudah saling mengenal sejak SMA. Tapi ternyata yang melamar adalah kakak dari sahabat cucunya itu.
Mama dan papa kia mengabari jika keduanya akan menginap di rumah opa nya.
Tok tok tok...
Azka membuka pintu kamar nya dan melihat sang adik udah rapi dengan jaket yang menutupi tubuhnya.
"Kamu mau kemana?" Tanya azka
"Kia izin ke taman sebentar ya kak."
"Kamu mau ngapain? Ini udah mau jam 10 malam." Balas azka
"Mau jajan, kia pamit." Ucap kia yang langsung mencium tangan kakak nya.
"Kamu sama siapa?"
"Sendiri, bawa motor."
"Minta mang imad antar!."
"Kak kia bisa sendiri. Kia bukan anak kecil lagi, kalau kakak lupa sebentar lagi kia nikah. Kia pamit. Assalamualaikum."
"Walaikumsalam." Balasnya
Alga yang mendengar kia akan pergi pun langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri azka di depan pintu.
"Ngapain lo biarin sendiri sih. Ini udah malam."
"Dia butuh sendiri ga,"
"Gue pamit." Ucap alga
Azka tau, pasti alga tidak akan membiarkan kia pergi sendiri. Sudah jelas jika sahabatnya itu akan menyusul kia.
Belum sempat kia mengeluarkan motornya, alga sudah menahan nya terlebih dahulu.
"Aku antar." Ucap alga
"diruang keluarga berakhir, tapi ternyata alga masih berada di rumahnya. Dirinya menyesal meminta izin kepada kakak nya.
"Ini udah malam.!"
"Kalau kamu lupa, aku pernah tinggal sendiri 2 tahun di LA dan 3 Tahun di Cambridge. Malam-malam aku juga jalan sendiri." Balasnya
"Aku gak peduli yang dulu-dulu. Yang jelas sekarang kamu di jakarta. Selagi ada orang yang bisa antar kamu kemana-mana kenapa kamu harus pergi sendiri."
"Al lepas." Ucap kia saat alga menarik tangan nya menuju mobil alga.
"Ki nurut bisa?" Tanya alga
"Aku lagi mau sendiri al."
"Ini bukan saat nya kamu untuk menyendiri. Kalau kamu di kamar ok gak masalah, tapi ini kamu mau keluar rumah ki."
Kia pun akhir nya mengalah dan masuk ke dalam mobil nya alga.
Alga langsung menjalankan mobil nya menuju tempat yang kia ingin kunjungi. “Makasih ki udah mau nerima kak rehan."
"Hm. Kamu bahagia?" Tanya kia
"Aku sangat bahagia ki." Balasnya.
Ditengah jalan ada seorang ibu-ibu terlihat meminta Tolong. Alga pun memberhentikan mobil nya dan menghampiri ibu tersebut.
"Ibu kenapa?" Tanya alga
"Tolongin anak saya nak, dia jatuh." Tunjuk ibu tersebut kepada anak nya yang sudah tergeletak di aspal.
Saat alga mendekat ternyata pria tersebut bangun dan menodongkan pisau kepada alga.
"Serahin barang-barang lo." Ucapnya.
Kia melihat alga yang ditodong langsung mendekat.
"Ki masuk mobil." Teriak alga.
Kia tidak berniat masuk mobil. Malah dia semakin mendekat. Ibu-ibu yang meminta tolong juga mengeluarkan senjata tajam nya dan mengarahkan kepada kia. “b******k!!!!" Alga langsung menghajar pria tersebut saat melihat kia ditodong dengan pisau oleh ibu-ibu yang tidak tau diri itu.
Kia juga tidak tinggal diam, dia mengeluarkan ilmu bela dirinya dan mulai melawan ibu tersebut. Dan pisau nya berhasil di rebut oleh kia. “Maaf bu, bukan nya saya mau durhaka sama oraang tua. Tapi ibu sendiri yang tidak tau diri." Ucap kia
Alga tersenyum melihat kia yang berhasil melumpuhkan lawan. Tanpa sadar pria yang baru saja dia hajar bangkit. “Alga awas!!!" Teriak kia.
"Sialan!!!" Ucap alga saat lengan nya tersayat oleh pisau.
Untung saja kia berteriak dan berhasil membuat alga mengelak, kalau tidak pisau tersebut sudah mendarat dengan sempurna di leher alga.
Alga kembali melawan pria tersebut, tidak tinggal diam kia pun juga ikut membantu.
Tidak lama polisi datang ke TKP dan membawa para begal tersebut.
Sebelum kia keluar dari mobil, kia lebih dulu menelpon polisi untuk meminta bantuan. Jaga-jaga jika para begal tersebut membawa komplotannya.
"Kamu gak papa kan? Ada yang luka?" Tanya alga khawatir.
"Gak ada" balas kia
Kia mengajak alga kembali masuk ke mobil setelah para polisi membawa begal tersebut.
"Biar aku yang nyetir." Ucap kia
"Gak usah,"
"Lengan kamu terluka."
"Lengan aku luka bukan lumpuh."balas alga
"Bisa gak kamu dengarin aku sekali aja?" Pinta kia.
Alga menurut saja, kini posisi keduanya telah bertukar.
"Aku antar langsung ke apartement?" Tanya kia
"Ke taman." Balasnya
Kia langsung mengemudi mobil alga menuju taman. Dapat alga lihat jika kia sangat mahir menyetir, bahkan dirinya Pandai menyalip beberapa kendaraan didepannya.
"Ada P3K?" Tanya kia
"Ada di belakang."
Kia membuka pintu belakang mobil alga dan mengambil kotak P3K, tidak sengaja kia melihat fotonya dan alga beberapa tahun yang lalu saat keduanya kencan pertama kali di resto milik papanya dimana pertama kalinya alga memberikannya bunga.
Kia menatap miris foto tersebut.
Setelah mendapat apa yang dirinya mau, kia mengajak alga duduk di luar agar dapat lebih mudah mengobati lengan alga.
"1 centi, gak perlu di jahit." Monolog kia sambil mengobati lengan alga
"Mau aku antar pulang?" Tanya kia setelah selesai mengobati luka alga.
"Kebalik, harus nya aku yang antar kamu pulang." Balas alga
"Aku masih mau disini. Kamu kalau mau pulang, pulang aja." Ucap kia
"Kamu mau ngapain disini?."
"Keliling taman." Balas kia
"Udah malam, besok aja. Kamu bilang mau cari jajanan kan?"
"Hm."
"Cari, habis itu aku antar pulang."
"Aku masih mau disini."
"Udah malam, ini juga mau hujan ki" ucap alga yang merasa ada tetesan air hujan membasahi bumi.
Kia berjalan mencari apa yang dia mau, dan kembali mengajak alga untuk pulang setelah mendapatkannya. “Biar aku yang nyetir." Ucap alga saat kia hendak membuka pintu kemudi.
Saat keduanya telah duduk sempurna di kursi masing-masing. Handphone alga berbunyi, dan dengan cepat alga mengangkatnya.
"Assalamualaikum, kenapa kak?" Tanya alga to the point
"Lo dimana."
"Gue di taman."
"Kapan pulang? Gue mau tanya-tanya tentang kia."
"Lo bisa tanya langsung. Ada nomor nya kan?"
"Yakali gue PDKT tanya langsung."
"Gak gentle lo. Mau nikah kayak PDKT pacaran." Balas alga
"Lo lebih kenal azka dan kia lebih dulu. Barang kali lo tau banyak tentang dia." Balas Rehan.
"Gue kenal kia baru 4 bulan di SMA." Balas alga
Merasa namanya disebut, kia langsung menoleh ke arah alga. “Ya setidak nya lo tau tentang dia, pacar dia dan lain-lain." Balas alga
"Kia gak pacaran. Lo pacar pertama dia kalau udah nikah nanti. Udah dulu. Gue OTW pulang." Balas alga
"Gak pakai lama."
"Hm. Assalamualaikum." Balas alga.
"Walaikumsalam."
Tidak lama panggilan telepon nya berakhir, ada pesan masuk dari handphone kia.
Alga melirik handphone kia, dapat dilihat jika ada 1 kontak yang disematkan. Dan ternyata kia masih menyematkan kontaknya, begitu juga dengan alga yang masih menyematkan kontak kia.
Pesan yang baru saja masuk ternyata dari rehan yang hendak mengajaknya ketemu diesok hari.
"Apa keluarga kamu tau kedekatan kita dulu?" Tanya kia
"Sesuai permintaan kamu dulu. Keluarga aku gak ada yang tau. Dan aku harap sampai kapan pun gak ada yang tau. Termasuk kak rehan."
"Kalau gak mau ada yang tau jangan ceroboh!." Ucap kia
"Ha??"
"Di belakang ada foto kita yang kececer."
"Nanti aku rapikan dan simpan jauh-jauh." Balas alga
"Hm."
"Lain kali jangan pergi sendiri. Minta temanin kak rehan. Jadikan hari ini pelajaran." Ucap alga
"Hm? Kamu bisa lihat sendiri aku bisa melindungi diri."
"Sekarang mungkin bisa. Gak tau kedepannya. Aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu."
"Doakan aku agar baik-baik saja." Balas kia
"Pasti."
"Aku masuk dulu. Kamu hati-hati. Kalau udah sampai rumah kabarin.."
"Iya."
"Rutin ganti kassa nya."
"Iya."
"Lakuin. Jangan iya iya aja." Ucap kia
"Iya kia."
"Aku tau al, kamu kalau gak ada yang gantiin gak akan ganti." Balas kia
"Apa perlu aku ke rumah kamu untuk minta gantiin?" Tanya alga
"Fotokan aja jika udah ganti. Bukan kah kita harus menjaga jarak?" Tanya kia
"Kamu benar. Oke nanti aku fotokan."
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
——-