Azka kembali menemui alga yang tengah diguyur hujan. “Masuk!!!!" Ucap azka dingin
"Lo ngapain disini? Kia sendiri? Tanya alga seraya menoleh kebelakang mencari kia.
"Kia bakalan khawatir liat lo sakit nantinya. Balik ke unit lo. Ganti baju." Perintah azka
"Gue mau nenangin hati gue ka."
"Bacot, bilang aja lo mau nangis" balas azka
"Lo tau kenapa harus nanya lagi hm. Lo masuk aja, kasihan kia sendiri" ucap alga dengan mata nya yang sudah memerah.
"Cengeng lo." Balas azka
"Lo belum rasain jadi gue ka. Ketika lo udah merancang hidup dengan wanita yang lo cintai tapi pada akhirnya lo harus berpisah dengan dia." Balas azka
"Perjuangin!!!!"
"Gue gak mau lihat bunda gue sakit lagi, lo tau bunda wanita paling berharga dihidup gue." Balasnya
"Lo benaran bisa lupain kia.?"
"Bahkan gue gak ada niat untuk lupakan kia dihidup gue walaupun nanti dia udah jadi milik orang lain. Gue sayang banget sama dia."
"Terus ngapain lo tadi pura-pura udah nyaman dengan cewe lain?" Tanya nya
"Dengan gue bilang gitu mungkin kia akan benci gue, dan menerima kak rehan dihidupnya." Balasnya.
"Bego.!!!!"
Sedari tadi azka mengaktifkan panggilan telpon nya dengan kia, niat awal sih hanya untuk memberitahu kia jika alga sedang hujan-hujanan. Tapi ternyata alga malah mencurahkan isi hatinya.
"Andai gue dulu kekeh mau nikahin kia dan menolak permintaannya. pasti sekarang kia udah jadi milik gue." Ucapnya nanar
"Lo nyesal?" Tanya azka
"Gue nyesal karna udah nunggu selama ini, tapi mau gimana lagi ini udah takdir kan." Ucap alga dengan senyum getir nya.
"Balik ke unit lo ka, kasihan kia sendiri. Dia butuh pelukan. Titip kia ya."
"Lo gak balik?" Tanya azka
"Gue mau nenangin hati gue dulu ka." Lo bisa tinggalin gue sendiri."
"Lo nanti sakit."
"Gue bahkan udah lebih dulu sakit ka. Lo balik gih, kasihan kia sendiri."
"Terserah lo" ucap azka yang langsung pergi meninggalkan alga sendiri. Sebelum pergi dirinya meletakkan payung di samping tubuh alga.
"Ki kamu mau kemana?" Tanya azka yang melihat kia berjalan lawan arah dengannya.
"Kakak tunggu di unit ya, kia mau bicara sebentar sama alga, kia mohon kali ini aja kakak ngertiiin privasi kia. Kia tau tadi kakak nguping kia kan?"
"Kamu tau dari mama?" Tanya azka
"Kia lihat kakak. Kia mohon kali ini aja biarin kia bicara berdua dengan alga."
"Ya udah. Jangan lupa pakai payung. Di pintu roftop ada payung tadi."
Kia menganggukkan kepala dan langsung meninggalkan azka.
Kia mendekati kursi yang diduduki alga. Baju nya sudah basah kuyup diguyur hujan. Kia berjongkok dihadapan alga dengan posisi alga memejamkan mata sehingga tidak menyadari kehadiran kia di depannya.
Kia menggenggam tangan alga membuat lelaki itu langsung membuka matanya.
"Kia... kamu ngapain hujan-hujanan?" Tanya alga cemas dan dengan gerakan cepat dia mengambil payung yang ditinggalkan azka tadi dan langsung melindungi kia dari tetesan air hujan.
"Kenapa peduli?" Tanya kia
"Ki kamu ngomong apa sih? Kamu adik sahabat aku ya pasti aku peduli lah." Balas alga
"Mana bahasa lo gue yang tadi kamu sebut? gak sanggup berakting hm?"
Alga mendadak diam, dia lupa jika tadi sempat mengubah panggilannya dan sekarang malah balik ke mode saat mereka baik-baik saja. “Kamu masuk gih. Nanti kamu sakit."
Kia mengambil payung dari genggaman alga dan membuang nya ke sembarang arah.
"Ki baju kamu udah basah, nanti kamu sakit." Ucap alga yang hendak mengambil kembali payung tersebut, tapi belum sempat alga mengambilnya tangan kia sudah mencekal pergerakannya. “Apa perlu sekarang aku yang berjuang al?" Tanya kia serius
Alga menatap mata kia yang sudah benar-benar tersirat pancaran kesedihan. Kia pun menatap mata alga yang memerah, tampak jelas alga sedang menangis. Hanya saja tetesan air matanya telah menyatu dengan air hujan yang membasahi tubuhnya.
"Kamu gak perlu berjuang ki." Ucap alga berusaha tegar
"Kenapa?"
"Terima kakak aku ya ki. Aku mohon sama kamu." Ucap alga seraya memegang wajah kia. Wajah yang selalu ingin ditatapnya setiap hari.
"Beri aku alasan kenapa harus terima kakak kamu al."
"Aku mau lihat bunda bahagia, dan aku yakin kamu juga akan bahagia bersama kak rehan."
"Kebahagiaan aku sama kamu. Apa kamu udah gak sayang sama aku al?" Tanya nya
"Aku sayang sama kamu ki, bahkan tanpa aku bilang pun kamu tau aku sangat sayang dan cinta sama kamu."
"Bohong!!! Kamu gak sayang sama aku al."
"Kenapa kamu selalu ragu dengan perasaan aku ki?"
"Bagaimana aku gak ragu kalau kamu meminta aku memilih kakak kamu al." Ucap kia dengan tangis nya
Alga mengelus pipi mulus kia, “Suatu saat kamu bakal tau alasan aku meminta nya ki, aku mohon terima kakak aku ya."
Kia menggengam tangan alga. “Apa kamu bahagia jika aku terima kakak kamu al?"Tanya nya
"Aku akan sangat bahagia ki, melihat kamu bersama lelaki yang tepat." Balasnya
Kia menghembuskan nafas nya panjang.
"Kalau dengan itu kamu bisa bahagia, aku akan ikuti mau kamu al. Makasih untuk 4 tahun kebersamaan kita, ya walaupun menjalin hubungan jarak jauh. Semua juga salah aku kan yang meminta kamu menunggu terlalu lama." Balasnya dengan tersenyum getir
Alga menarik tubuh kia ke dalam dekapannya, dan mungkin itu akan menjadi pelukan terakhirnya.
Dapat dirasakan tubuh yang dipeluknya bergetar, sudah ditebak jika kia sedang menumpahkan tangisannya yang sedari tadi berusaha di tutupi dengan tetesan air hujan. Alga mendekap tubuh kia dengan erat. Kia juga ikut membalas pelukan alga tidak kalah eratnya. “Makasih sayang. Aku yakin kamu akan sangat bahagia bersama kakak aku. Dia sangat mencintai kamu. Seperti aku yang sangat mencintai kamu." Ucap alga
"Semoga kamu bahagia ya al, dan Semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih dari aku. Maaf untuk semua sifat kekanakan ku dulu. Terimakasih sudah pernah menjadikan aku prioritas hidup kamu."
"Janji sama aku jangan ada tangis lagi yang keluar selain tangis kebahagiaan ki."
"Aku gak bisa janji al. Tapi akan aku usahakan.."
Kia melepaskan pelukannya, sebenarnya kia masih ingin berada dipelukan alga yang begitu nyaman itu. Tapi dirinya butuh waktu sendiri.
Alga kembali membawa tubuh kia kedalam dekapannya. “Biar gini dulu ya ki.” Ucap alga yang mendapat persetujuan oleh kia
Setelah dirasa cukup lama berpelukan, kia melepaskan pelukan alga. “Aku balik ke unit. Kamu juga harus balik. Langsung ganti baju sama mandi air hangat. Muka kamu udah pucat banget."
"Kamu juga, sampai jumpa calon kakak ipar." Ucap alga dengan senyum yang dipaksakan
"Jadi adik ipar aku yang baik ya." Balas kia
"Iya."
"Setelah ini aku akan pergi dari hidup kamu ki, aku gak akan sanggup melihat kamu dengan kak rehan." Batin nya.
"Aku pamit."
Sebelum kia meninggalkannya, alga mendaratkan bi*** nya dikening kia. Cukup lama, bahkan kia merasakan ada rasa hangat yang menjalar di kening nya. Kia meyakini jika itu adalah air mata alga.
"Sampai jumpa dikehidupan dengan status yang baru." Ucap alga saat melepaskan ci**** nya.
"Aku pamit. Kasih aku kabar kalau kamu udah sampai di unit kamu." Ucap kia yang langsung berjalan meninggalkan alga.
Alga mengikuti langkah kia cukup pelan. Dia akan memastikan kia sampai dengan selamat menuju unit nya.
Setelah kia sampai di unit azka, alga juga langsung memasuki unit nya yang berada di sebelah azka.
Alga langsung mengabari kia saat dirinya sudah sampai unit nya.
“Aku udah di kamar.”
“Bukti?”
Send a picture.
“Langsung mandi!
Kak azka menuju unit kamu bawain teh hangat.
Diminum!!!!”
“Makasih sayang.”
*anda menghapus pesan ini
“Telat udah aku baca”
“Maaf, kebiasaan”
“Hm”