Berakhir

2130 Words
Flashback on. "Ayah bunda, apa kalian mau melamar seorang wanita untuk rehan?" Tanya rehan saat keempatnya tengah berkumpul keluarga "Kamu sudah menemukan wanita nya nak?" Tanya sang bunda yang ikut bahagia mendengar ucapan anaknya itu "Sudah bun, dia kakak dari mahasiswa rehan. Dia baik dan cantik." Ucapnya semangat mendeskripsikan sosok wanita pujaan hatinya. "Kapan kamu mau melamar nya?" Tanya sang ayah. "Apa boleh besok yah?" "Ayah ikut saja." Balas ayah bagas "Hm yah, habis melamar calon kak rehan apa ayah mau melamarkan seorang gadis juga buat alga?" Tanya Alga "Wah, anak ayah ternyata sudah menemukan tambatan hati masing-masing. Tentu saja ayah mau." Ucap ayah bagas bahagia. Alga sangat senang mendengar jawaban ayah nya, sebentar lagi keinginannya untuk menikahi kia akan terwujud. Mengingat 1 bulan lagi kia akan melaksanakan wisudanya. Setelah meminta kepada orang tuanya, kedua pria itu masuk ke kemar masing-masing untuk mempersiapkan diri diesok hari. Keesok harinya keluarga alga mendatangi rumah milik calon yang akan dilamar untuk kakak nya rehan terlebih dahulu. Alga merasa aneh saat mobil rehan memasuki pekarangan rumah kia. Diluar dugaan, ternyata kakaknya ingin melamar kia untuk menjadi istrinya. Dan tanpa diduga, orang tua kia merespon baik niat rehan. kia mendapat kabar jika keluarga alga datang menemui orang tuanya dan hendak melamarnya. Jujur Kia yang mendengar kabar tersebut sangat lah bahagi, akhirnya impian yang keduanya rangkai sebentar lagi terealisasikan. Berhubung kia masih di amerika orang tua alga kembali ke rumah nya dan 1 minggu lagi akan datang kembali ketika kia sudah sampai di indonesia. Kia membuka roomchatnya untuk mengabari alga. “1 minggu lagi aku pulang” “Iya aku tau” balas alga “Makasih udah sabar nunggu” tulisnya “Hm” balas alga singkat “Aku kangen kamu” ucap kia jujur “Aku juga” balas alga See you ❤️ Too❣️ Kia merasa ada yang berbeda dengan alga, tidak biasanya alga membalas pesan nya singkat. Tapi kia mencoba menghilangkan pikiran-pikiran negatif nya. Toh sebentar lagi dirinya juga akan bersatu dengan alga. Sepulang dari rumah kia, alga langsung menghampiri kakak nya. "Udah berapa lama lo kenal kia kak?” Tanya alga "2 tahun lalu gue gak sengaja ketemu dia sama aisyah di Mall. Jadi kenalan deh." "Lo benaran sayang sama dia atau sekedar suka karna dia good looking?" Tanya alga "Lo tau gue ga, gue pernah patah hati dan sempat depresi. Dan kini gue kembali menemukan wanita yang berhasil masuk ke hati gue. Gue bukan hanya tertarik semata. Tapi gue jatuh cinta sama dia. Awalnya gue kira cuma rasa biasa, tapi setahun yang lalu gue kembali dipertemukan dengannya di amerika dan 1 bulan gue mengenal dia lebih jauh. Gue semakin yakin kalau perasaan gue memang nyata buat dia. Awalnya gue mau lupain dia, eh tuhan berkata lain malah gue dipertemukan dan lucunya gue malah jadi dosen pembimbingnya sementara." Ucap rehan menceritakan momen pertemuannya dengan kia "Kalau dia nolak ko gimana?" Tanya alga "Gue gak tau seberapa hancur lagi hidup gue ga. Mungkin rasanya akan lebih sakit dibanding pengkhiatan luna". Ucapnya dengan raut sedih Alga terdiam di tempat, ternyata kakak nya sudah sedalam itu mencintai kia. Kakak nya baru saja sembuh dari depresi nya beberapa tahun yang lalu karna pengkhiatanan sang kekasih. Alga tidak bisa membayangkan betapa hancurnya sang kakak jika kia menolaknya. 1 Minggu kemudian. Keluarga kia telah siap menyambut kedatangan keluarga alga. Wajah azka pun ikut berseri melihat kebahagiaan kia. Akhir nya sahabatnya itu merealisasikan hubungannya dengan sang adik. Setelah semuanya telah berkumpul, orang tua alga langsung menyampaikan niat nya yang ingin melamar kia untuk Rehan. Mendengar bukan nama alga yang di sebut membuat kia dan azka kaget. Bahkan kedua mata kia sudah bertatapan dengan mata alga. Alga hanya bisa tersenyum sembari menganggukan kepalanya kepada kia. "Bagaimana ki, apa kamu terima lamaran dari nak rehan?" Tanya mama aida Kia menatap kakak nya dan juga alga. Tapi sepertinya tidak ada jawaban yang dapat membantu kia. "Hm, apa boleh kia minta waktu pak bu?" Tanya kia "Boleh dong nak. Bunda akan menunggu jawaban kamu." "Apa kamu tidak bisa menjawabnya sekarang ki?" Tanya rehan. "Maaf pak, kita baru mengenal. Saya tidak mau tergesa-gesa dalam mengambil keputusan yang cukup besar ini." "Baik lah jika itu keputusan kamu. Saya akan menunggu jawaban dari kamu." Setelah pembahasan kia selesai, kini alga lah yang menjadi sasaran empuk. "Oh iya alga, kamu kapan sebar undangan? Bukankah dulu kamu bilang udah punya calon?" Tanya mama aida "Wah berarti bunda ketinggalan berita ya. Masa mamanya kia yang lebih tau di banding bunda." Saut sang bunda "Eh, mbak gak tau?" "Iya, cuman kemarin alga baru kasih tau mau lamar wanita. Tapi sampai sekarang belum ada pergerakan si alga nya." Balas bunda alga "Calon alga udah mau nikah ma, alga telat." Balas alga Kia yang mendengar penuturan alga menjadi bingung. Bukankah alga hendak melamar dirinya dulu tapi kenapa sekarang berubah. Bahkan alga tidak menghentikan niat kakak nya. Apa 2 tahun tidak bertemu membuat alga berpaling? Pantas saja alga kemarin terkesan sangat cuek kepadanya. Setelah orang tua alga berpamitan untuk pulang. Kia langsung masuk ke kamar nya. Mengerti kondisi sang adik, azka langsung menyusul adik nya di kamar. "Kalau mau nangis-nangis aja ki. Jangan di tahan." Ucap azka "Takut ketahuan mama kak." Mengerti kondisi sang adik. Azka langsung mengajak kia keluar dari rumah. "Loh kalian mau kemana?" Tanya mama kia "Azka lagi pingin cari cemilan ma." Ucapnya berbohong "Ya udah pulangnya jangan kemalaman ya sayang. Jaga adik kamu." "Oke ma." Azka mengajak kia ke apartemen nya. Lebih tepatnya azka mengajak kia menuju roftop apartemen. Disana kia bisa bebas menumpahkan kesedihannya. "Alga jahat kak." Ucap kia yang menangis dipelukan azka "Alga bilang sayang sama kia, alga bilang dia cinta sama kia. Tapi nyatanya dia malah mau lamar cewe lain. Untuk apa kia jaga hati kia tapi alga malah gak bisa jaga hati dia. Bahkan dia terlihat biasa aja waktu kakaknya lamar kia." Alga mendengar tangisan wanita yang dicintainya itu hatinya merasa sakit. Alga mengetahui kedatangan azka ke apartemen saat melihat mobil azka masuk ke basement apartemen. Alga yang kebetulan berada di basement melihat sosok kia bersama azka dan mulai mengikuti langkah keduanya yang ternyata menuju rooftop. Melihat alga mendekat dengan penuh emosi azka bangkit dan menghajar alga. "b******k. Udah gue bilang jangan sakitin adek gue bang***!!! Ucap azka emosi Kia yang melihat kakak nya penuh emosi pun mencoba melerainya. "Kak udah, dia sahabat kakak." "Lo lihat, cewe yang lo sakitin malah belain lo!!!" "Ki biarkan azka hajar gue." Pinta alga Kia yang mendengar alga menyebut dirinya dengan sebutan gue tersenyum perih. "Ayok kak kita pergi dari sini." Ajak kia "Bisa gue bicara berdua dengan azka ki?" Izin alga "Kamu langsung keunit aku aja." Ucap azka kepada adiknya "Jangan biarin dia jalan sendiri. Lo bisa nunggu di situ." Ucap alga menunjuk kursi yang posisinya tidak jauh dari ketiganya berdiri. Kia langsung berjalan menuju tempat yang ditunjuk oleh alga. Merasa kia sudah jauh dan tidak mungkin mendengar pembicaaannya, alga langsung mengatakan niat nya. "Gue sayang banget sama adek lo ka, tapi gue bisa apa apa kalau kakak gue sendiri ternyata jatuh hati kepada kia" "Lo bisa perjuangin dia bang***!!!!" "Gue perjuangin sama aja gue buat kakak gue depresi lagi. Kakak gue sempat depresi di khianatin cewenya, dan sekarang dia kembali ketemu dengan wanita yang sudah berhasil merebut seluruh hatinya. Gue gak tau sedepresi apa kakak gue kalau kia nolak dia." "Itu urusan kakak lo, bukan urusan kia." "Gue tau. Gue mohon kali ini ngertiin gue ka. Jujur gue gak bisa relain kia buat orang lain bahkan kakak gue sendiri. Sakit rasanya harus memiliki kakak ipar yang notaben nya wanita yang gue cintai. Jantung bunda gue lemah ka. Bunda gue hampir lewat saat tau kakak gue depresi dan coba bunuh diri. Gue gak tau gimana lagi kondisi nyokap gue kalau tau anak nya depresi kedua kalinya." "Lo bisa ngomong baik-baik ke kakak lo." "Gak bisa ka, Gue udah tanya dan ternyata kakak gue sesayang itu ke kia. Dan gue yakin kia juga bisa bahagia dengan kakak gue di banding gue." "Tapi kia maunya lo bang***" ucap azka yang kembali emosi "Gue juga mau nya kia, tapi disini gue gak bisa hanya memikirkan kebahagiaan gue aja ka." "Terserah lo. Yang jelas keputusan ada di tangan kia." Ucap azka yang langsung pergi meninggalkan alga "Ki bisa bicara sebentar?" Ucap alga saat melihat azka mengajak kia meninggalkan roftop. "Kakak tunggu di kamar." Ucap azka yang langsung meninggalkan kedua insan tersebut. "Apa kabar?" Tanya alga basa basi. "Seperti yang kamu lihat." Ucap kia berusaha menahan tetesan air matanya. "Maaf." Balasnya "Apa maaf kamu bisa kembalikan hati aku yang hancur?" Tanya kia "Maaf, tapi 2 tahun kita berjauhan membuat aku nyaman dengan wanita lain." Ucap alga berbohong. "Ini yang kamu bilang mau nunggu aku?" Tanya kia "Gue kira semua akan mudah dilewatin, tapi gue gak bisa ki. Gue butuh wanita yang support gue secara langsung. Dan dengan kita berjauhan gue menemukan wanita lain yang berhasil mengisi hari-hari gue disini." Ucapnya dusta "Andai kamu gak berjanji mungkin semuanya gak sesakit ini al. Aku udah jaga hati aku untuk kamu tapi kamu malah membiarkan orang masuk ke hati kamu. Sakit al." Ucap kia yang sudah menumpahkan air matanya "Kita gak ada yang tau perasaan kita akan berlabuh ke siapa ki. Tapi kali ini hati gue udah diisi dengan cewe lain dan itu bukan lo." Ucap nya lagi "Apa kurang nya aku al?" Tanya kia "Lo gak ada kurang sedikit pun ki. Tapi lo gak ada di saat gue butuh lo. Yang gue perlukan wanita yang selalu ada disisi gue" "Untuk apa kata-kata manis kamu dulu al kalau ujung nya hanya akan menyakitkan." "Maaf." "Terlambat!!!! Hati aku udah terlanjur hancur." "Terima kakak gue ki. Dia bisa buat lo bahagia." Ucap alga Plak... "Mudah banget kamu suruh aku terima kakak kamu di saat kamu sendiri telah nyakitin hati aku al. Kamu mikir gak sih!!" "Kakak gue cinta banget sama lo ki. Dia juga lelaki yang baik. Cocok bersanding dengan lo." Balas alga Kia langsung pergi meninggalkan alga. Baru beberapa langkah tangan kia di tarik dan kini tubuhnya telah berada didekapan alga. "Maafin aku ki." "Kamu jahat al." "Aku memang jahat. Maafin aku." "Kalau tau sesakit ini aku gak akan menjatuhkan hati aku seutuhnya ke kamu al." Ucap kia dengan tangis yang begitu lirih. Hati alga benar-benar sakit mendengar tangisan kia. Didalam hatinya paling dalam, alga sangat lah mencintai kia. Bahkan mungkin tidak akan ada sosok pengganti kia dikehidupannya kelak. "Makasih sudah hadir di hidup aku ki. Maaf hadirnya aku hanya mentorehkan luka untuk kamu. Aku harap kamu bisa menemukan pria yang dapat membahagiakan kamu dan itu semua ada di kakak aku ki." Kia melepaskan pelukan alga, dapat dilihat kesedihan dimata alga. Kia bingung dengan apa yang ada dihati alga. Dari matanya sudah jelas terpancar kesedihan. Bahkan dirinya masih dapat melihat tatapan penuh cinta yang dulu alga berikan kepadanya. Tatapan itu masih sama seperti dulu, tidak berubah sedikitpun. Hanya saja sekarang tatapannya bercampur rasa sedih. "Aku harap kamu juga bahagia dengan wanita pilihan kamu al. Terimakasih sudah hadir." Kia langsung pergi meninggalkan alga, setelah kepergian kia, alga langsung menumpahkan tangisannya. Tepat saat kia sudah meninggalkannya hujan turun membasahi bumi. Seperti nya langit mengerti kesedihan keduanya saat ini. Kini dirinya harus benar-benar merelakan kia untuk yang lain. Besar harapan alga agar kia menerima kakak nya. "Aku sayang sama kamu ki, aku cinta sama kamu. Gak ada wanita lain yang bisa gantikan kamu dihidup aku. Kamu wanita satu-satunya yang berhasil merebut hati aku seutuhnya. Aku gak tau bagaimana aku menjalani hidup tanpa kamu." Monolog alga menatap punggung kia yang perlahan menjauh "Kenapa engkau tidak mempersatukan kami tuhan. Hamba sudah teramat mencintai umatmu. Maaf jika rasa hamba kepada umat mu membuat mu cemburu." "Aku harap setelah ini kamu membenci aku ki, dan kamu bisa membuka hati kamu buat kak rehan." Sedari tadi azka mendengar pembicaran keduanya. Dirinya tidak lah pergi kekamarnya. Azka bersembunyi dibalik dinding untuk menguping pembicaraan alga dan adiknya. Ternyata alga sengaja membuat seolah-olah alga telah memiliki wanita lain. Dan mungkin saja itu caranya agar kia dapat membenci alga. Azka menghentikan rekamannya. Dirinya memang sedari tadi merekam suara, agar jika sewaktu-waktu dibutuhkan dapat di keluarkan. "Gue tau apa yang lo rasain ga. Pasti berat melepaskan wanita yang sangat dicintai. Apalagi untuk kakak lo sendiri." Monolog azka "gue harap lo bisa menemukan kebahagiaan baru setelah ini. Dan semoga kia juga bisa menerima kakak lo agar pengorbanan lo gak sia-sia." Monolognya lagi. Kia berjalan tertatih menyusuri lorong apartemen. Dirinya bagai kehilangn separuh hidupnya. Ternyata berharap dengan manusia hanya akan menorehkan luka. "Maafkan hamba ya allah. Mungkin ini hukuman untuk hamba yang terlalu berharap kepada umat mu." Monolog kia. Kia kembali mengingat masa-masa bahagianya bersama alga. Kebersamaanya yang tak lekang oleh waktu. Ditempat yang berbeda alga juga kembali teringat kehidupannya bersama kia. Sosok kia yang membuat hidupnya menjadi berwarna. Bahkan hayalan berumah tangga pun kembali terlintas dipikirannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD