Kebahagiaan Singkat

980 Words
JENNY Hari ini aku harus bertemu dengan Auditor yang akan bekerja sama dengan kami. Aku dan Nathan belum sempat membaca company profile KAP (Kantor Akuntan Publik) tersebut karena kesibukan kami mengurus banyak hal termasuk membeli barang-barang menyambut kehadiran bayiku.  Namun dokumen yang ada didepanku membuatku sedikit tercengang melihat nama dari pemimpin KAP tersebut LYTHA MAHESWARI, kenapa namanya sama persis dengan nama seseorang yang seringkali Nathan sebut. Saat pintu ruanganku terbuka, tampak Pinkan dan seorang wanita cantik khas Indonesia dibelakangnya. Apakah dia adalah wanita yang Nathan cari. Perasaanku campur aduk antara bahagia karena Nathan akhirnya akan bertemu dengan orang yang selama ini dia cari dan rindukan dan aku harus sadar diri untuk melepaskan Nathan. Namun saat aku berjalan ke arahnya wanita itu tampak terkejut menatap perutku dan dia terlihat sesak seperti sedang berusaha menghadapi traumatik yang aku tidak tahu karena apa. Setelah menanyakan keadaannya aku menjelaskan perihal Nathan yang sedang ada urusan lain sehingga aku yang mengambil alih dan mungkin karena keegoisanku aku memperkenalkan diri sebagai Jenny Green.  ------ Selang beberapa hari Nathan sudah bertemu dengan Lytha dikantor, aku disana saat mereka bertemu walau aku segera meninggalkan ruangan karena aku punya urusan di apartmenku. Niatku memberitahu Nathan bahwa dia adalah ayah dari bayi yang ku kandung terpaksa ku urungkan saat Nathan datang ke apartmentku dan mengatakan dia menemukan cintanya dan benar saja dugaanku bahwa perempuan bernama Lytha Maheswari yang aku jumpai dikantor adalah wanita yang sama dengan wanita yang Nathan cintai. Itu tandanya mereka benar-benar berjodoh sehingga bisa saling menemukan dan perasaan Nathan yang tak pernah berubah pada wanita itu akhirnya berbuah manis. Dan aku tidak bisa menghancurkannya dengan mengatakan tentang kehamilanku yang terjadi bukan karena kesalahan dan kemauan Nathan. Nathan sudah cukup membantuku selama masa kehamilanku dan Nathan lah orang yang menemaniku selama persalinan, cerita persalinanku dapat kalian baca di Waiting the Rainbow. Aku mengijinkannya memberi nama pada putri kami...oh aku harus mengubahnya maksudku putriku dan tak ku duga dia memberi nama keluarganya untuk putri ku 'Nathania Lyora Green' nama yang bagus walau pada akhirnya aku urung menggunakan nama keluarga Nathan dibelakang putriku saat Nathan datang kepadaku dan mengatakan bahwa dia ingin menikahi Lytha namun Lytha ragu karena dia pikir aku dan Nathan sudah menikah dan memiliki anak walaupun Nia memang anak Nathan. Terlebih lagi Lytha ternyata mengandung anaknya. Nathan ingin aku menjelaskannya pada Lytha sehingga ia percaya dan mau menikah dengan Nathan. Akhirnya setelah menjelaskan, Lytha bersedia menikah dengan Nathan. Aku mulai menyadari bahwa saat ini Nathan memiliki keluarga sendiri yang selama ini selalu ia impikan berarti aku tidak dapat terus bergantung pada Nathan. Aku masih mengingat jelas saat aku mengatakan dengan canda pada Nathan bahwa s****a Nathan memang kualitas terbaik karena dulu saat SMA dia berhasil membuat Lytha hamil walau pada akhirnya Lytha harus menggugurkannya (kalian bisa baca lengkapnya di WAITING THE RAINBOW ya) kemudian melakukannya juga denganku dan menghasilkan Nia dan sekarang Lytha kembali hamil anak Nathan. Namun jawabannya adalah “ada satu yang gak berhasil karena aku melakukannya tanpa cinta” menohok hatiku karena aku tahu yang dimaksud Nathan adalah ONS yang dia pikir dilakukannya dengan wanita nakal yang padahal dia melakukannya bersamaku. Tanpa kau tau Nath, spermamu tetap berhasil saat itu dan hasilnya sangat mirip denganmu yang membuatku semakin takut apabila kau mengetahui kebenarannya dan disaat yang sama kebenaran itu akan merusak kebahagiaan keluarga yang sedang kau bina. ------- Tekadku sudah bulat untuk meninggalkan Nathan. Aku memberitahunya seminggu sebelum keberangkatanku. Nathan pastinya terkejut, dia beranggapan keputusanku terlalu terburu-buru. Namun akhirnya aku dapat meyakinkannya, akupun meminta Nathan tidak menghubungiku selama satu bulan dan aku akan menghubunginya setelah mempunyai nomor lokal Australia.   Tentu saja itu bohong, karena aku sebenarnya akan meninggalkan Aussie dan menetap di London. Aku tidak mungkin stay di Aussie karena Nathan akan dengan mudah menemukanku.   Namun sebelum aku benar-benar membuang kehidupan lamaku, aku memasang kembali SIM CARD Indonesia ku untuk terakhir kalinya sebelum membuangnya. Ada panggilan dari Nathan namun tak terlalu banyak karena aku tau di sedang sibuk dengan pekerjaan dan harus memperhatikan Lytha yang sedang hamil. Ada rasa lega sekaligus kecewa yang kurasakan.   Aku mengecek kotak pesan pada ponselku, ada pesan dari Nathan menanyakan keadaanku dan Nia dan juga dari Lytha. Namun isi pesan dari Lytha membuatku terkejut.   Jen, apa kabar? Aku percaya kau dan Nia baik-baik saja. Aku sulit menghubungimu untuk itu aku akan berkomunikasi lewat pesan. Jen, mungkin hidupku tak akan lama lagi, kandunganku lemah. Dokter meminta Nathan untuk memilih antara aku dan bayiku. Aku meminta Nathan untuk menyelamatkan bayiku karena aku tidak bisa melakukan kesalahan yang sama seperti dulu.   Jen, aku tahu kamu sengaja pergi dari kami karena kau tidak mau mengganggu kehidupanku dan Nathan. Tapi aku juga tau kau menyembunyikan hal besar dari Nathan, aku tahu Nia adalah anak Nathan. Aku mendengar ucapanmu dikamar tamu saat Nathan tertidur disamping Nia sebelum kepergianmu ke Aussie, walau kau belum mengucapkan sepenuhnya tapi aku yakin Nia anak Nathan. Aku belum memberitahukan ini pada Nathan karena aku ingin kau sendiri yang mengatakan padanya.   Jen, maukah kau kembali? Karna Nathan membutuhkan dukunganmu saat aku pergi nanti begitu juga dengan bayiku. Aku ingin kau menjadi ibu s**u bagi bayiku. Anggaplah ini sebagai permintaan terakhirku.   Lusa aku akan melahirkan dan mungkin hari itu juga aku tidak akan mebuka mataku untuk selamanya. Aku berharap kau kembali dan berada di sisi Nathan sebagai sahabatnya seperti dulu.   Aku tidak pernah menyesali pertemuan kita karena aku tau semua ada maksudnya. Aku percaya tidak ada kebetulan di dunia ini.   Kembalilah dan berikanlah kekuatan pada Nathan seperti dulu dia memberikan kekuatan padamu saat kau kehilangan ibumu dan untuk bayiku, aku mohon kau berkenan untuk memberi ASI dan kasih sayang sampai Nathan menemukan cinta yang baru dalam hidupnya.   Aku menyanyangi kalian...Nathan, bayiku, kau dan Nia   Pesan panjang itu k*****a sambil meneteskan air mata, kenapa secepat ini kebahagiaan direnggut dari Nathan. Tidak genap satu tahun namun dia harus merasakan kehilangan lagi. Terlebih lagi ada bayi kecil yang tidak dapat bertemu dengan ibunya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD