Part 25

1166 Words

Semua kemuraman, telah terlupakan begitu saja. Saat Leoni melihat tawa Geovani yang tidak kunjung berhenti karena bercanda dengan Gilang, dia pun ikut tertawa. Tapi, dia memang tidak boleh terlena. Gilang bisa sering-sering bersama mereka karena Gilang masih lajang. Begitu dia memiliki tambatan hati apalagi menikah, dia akan memiliki kesibukan yang lain. Dia harus mengajarkan Geovani, nanti, kembali menjadi Geovani yang dulu. Yang baik-baik saja tanpa sosok pria dewasa yang mengayominya. “Sudah?” tanya Gilang. Leoni mengangguk. Mereka melanjutkan perjalanan. Pulang. Leoni yang merasa lelah, memejamkan matanya dan tertidur sepanjang perjalanan. “Terima kasih, Gilang” ucap Leoni saat mereka sudah sampai di teras tokonya. Gilang sudah menurunkan kopernya, dan tentu saja Leoni menolak saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD