Sampai keesokan harinya, hari kepulangan mereka, Gerrald masih belum menunjukkan batang hidungnya. Leoni sudah berkemas. Jika memang dia tidak datang tidak masalah. Mereka bisa menaiki taksi ke bandara, mereka bisa makan sendiri di manapun, termasuk di restoran bandara. Leoni merasa sakit hatinya bertambah. Meski berulang kali mengajari hatinya tidak mendendam nyatanya rasa marah karena setelah ia meluangkan waktu pun, Gerrald masih mengabaikannya dan Geovani. Mungkin dia telah bekerja, atau mungkin kembali sakit. Ya, mungkin seperti itu. Atau mungkin sibuk dengan mantan istri dan anaknya yang lain. Leoni merasa salut pada wanita yang bersedia diduakan, dengan alasan apapun. Karena meski ia tidak lagi bersama Gerrald pun, rasa sakit dulu masih membekas begitu dalam. Masih suka terbayan

