- 23 -

1920 Words

Ulitsa Koltsevaya II Primorsky St. Petersburg . . Martha mendengkus kesal ketika dia mendapati dirinya seperti orang bodoh, memencet bel rumah bercat biru dan putih itu berkali-kali, sementara yang punya rumah malah sudah pergi entah ke mana dengan mobil yang ada di garasi sudah menghilang. Jika saja dia tidak menyimpan kunci cadangan rumah itu, mungkin sampai nanti siang dia akan menekan bel dan menelepon orang yang entah berada di mana sekarang. “Kalo pergi tuh, seenggaknya kasih tahu, kek. Telepon juga nggak diangkat.” Gerutu Martha setelah mengunci lagi rumah itu kemudian pergi. Awalnya, Martha ingin mengajak Riandra pergi mencari makanan juga membicarakan tentang ucapan Shaline padanya tadi ketika mereka di rumah, sebelum mereka pergi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD