- 30 -

1800 Words

Armundu Kafe Petrogradskaya St Petersburg Russia . . Tangan Shaline bergetar menahan rasa dingin yang sudah membuatnya menggigil. Riandra pun bisa melihat bagaimana pucatnya wajah Shaline. Entah sudah berapa lama wanita ini duduk di luar bersama dengan pikiran-pikirannya sendiri. Riandra sempat melirik termostat di kafe itu, suhunya sudah maksimal, cukup untuk membuat semua orang di kafe ini merasa hangat meski udara di luar sana sangat menggigit tulang. Ketika sedang memperhatikan Shaline yang masih menggigil, seorang pelayan datang bersama sebuah nampan dan dua cangkir di minuman di sana. "Pozhaluysta." [ silakan. ] Ujar pelayan tersebut sambil memberikan secangkir cokelat panas tepat di depan Shaline, sementara satu cangkir kopi di hadapan Riandra. "Spasibo bolʹshoye." [ Teri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD