- 18 -

1447 Words

Entah sudah ke berapa kalinya Martha menghela napas panjang. Bahkan, saat dia melihat gedung kantornya pun, dia seperti enggan untuk masuk kembali ke dalam sana. Tapi, dia harus kembali karena saat dia ingat, dia meninggalkan ponselnya di kantor. Dengan alasan itu, Martha pun kembali ke kantornya meski pun sebenarnya dia sangat enggan dan ingin sekali dia pergi mandi air panas, minum secangkir latte di kamarnya yang hangat lalu pergi tidur dan bangun besok pagi untuk memulai hari baru tanpa pikiran yang merepotkan ini. Ya, sebuah pikiran yang benar-benar seperti menguras emosi dan tenaganya. Usai memarkir mobilnya di pelataran parkir, Martha pun mulai masuk ke dalam kantor dan masih menemukan pegawainya berada di sana. Tdak aneh, karena jam kerja mereka berakhir adalah pukul lima sore, se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD