Ulitsa Koltesvaya II Promorsky St. Petersburg . . . Pintu rumah pria ini diketuk berkali-kali dari luar tapi sama sekali tidak ada sedikit pun tanda bahwa si pemilik rumah akan membukakannya untuk Martha. “Ndra! Kamu di dalam, kan? Buka pintunya, Ndra!” teriak Martha berkali-kali menggedor pintu tapi tetap saja Riandra sama sekali tidak menggubris panggilan sepupunya itu untuk bisa masuk ke dalam rumah. Padahal, Riandra berada di dalam, menatap ke arah di mana Martha memanggilnya penuh kepanikan. “Andra! Nanti gue balik lagi ke sini!” teriak Martha lagi dari luar. Namun, tidak membuat Riandra membukakan pintu untuk Martha bisa masuk. Setelah mengatakan itu, Martha pun pergi meninggalkan rumahnya. Entah apa yang ingin dikatakan oleh Martha tapi sepertinya Riandra paham untuk apa s

