29

1034 Words

Javier terlihat sedih, dan Mark yang tak tahan melihat kesedihan itu kembali hadir di wajah sang sahabat, segera mendekatinya. Tentu saja setelah dia meminta kepada Daniel untuk menaruh Julia di atas lantai, sementara dia akan mengembalikan semangat Javier yang menguap setelah mengingat masa lalunya. "Sudahlah, jangan terlalu dijadikan beban pikiran," ujar Mark seraya merangkul sang sahabat. Javier yang menunduk sedari tadi, mendongak dan menoleh ke arah laki-laki itu. "Kau harus lebih berbesar hati, Vi! Jangan lagi bersedih seperti ini, kau itu kuat." Javier mencoba tersenyum, meski ada sesak yang hadir di hatinya. "Hei, cepatlah tersenyum!" paksa Mark sambil tertawa. Dia lepas rangkulannya dan menangkup wajah Javier, ia tarik kedua ujung bibir Javier ke atas, mencoba membuat sebuah se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD