28

1330 Words

"Hei, Vi, masih lama?" Daniel mengetuk-ngetuk setir mobil yang ia kemudikan. Sudah lebih dari tiga jam mereka berkendara dari pusat kota ke sekitar pegunungan dekat perbatasan, mencari keberadaan rumah lama Javier yang tersembunyi di dalam gunung. Wajar Daniel tak ingat lagi dengan rumah lama keluarga Leckner, sebab dia hanya tahu rumah baru yang kedua kakak-beradik itu tempati saja. Berbeda dengan Mark, pemuda itu sudah sering berkunjung ke rumah lama Javier saat keduanya masih anak-anak. Mereka bersahabat dengan baik, tak terpisahkan. Javier terlihat tak acuh. Dia terlalu sibuk dengan ponsel di tangannya. Sebab ada pesan yang harus dia balas dan ada sesuatu yang harus dia periksa dengan teliti. Melihat sikap sahabatnya itu, Daniel mendengkus seketika. "Aku tak masalah mencari rumahmu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD