"Salah satu dari kalian berdua, tolong pergi lagi ke lantai bawah," ucap Javier tiba-tiba. Dia baru saja ingat bahwa tadi mereka pergi meninggalkan gadis itu dalam keadaan gelap gulita. "Pastikan untuk menyalakan lampu ruang bawah tanahnya dan kembali lagi ke sini." Mark kaget dan berpikir Javier punya mata ketiga. "Darimana kau tahu jika aku tadi membiarkan lampunya dalam keadaan mati?" tanyanya terdengar seperti orang bodoh. "Kau punya insting, ya? Atau kau melihat aku yang mematikan lampunya tadi?" Daniel merotasikan matanya sekali lagi, dia tak habis pikir dengan jalan pikiran Mark. "Kau bodoh, ya?" Daniel bertanya balik, nada suaranya seperti orang yang kesal. "Tentu saja Javier tahu itu adalah kau tanpa perlu kau beritahu sekalipun. Tadi kami mendengar dengan jelas saat kau menekan

