Papa, Mama ... aku mau pulang. Julia membatin dalam tangisnya. Aku mau pulang ke rumah. Papa ... tolong Julia ... Mama ... tolong aku, Jacob ... tolong .... Julia menangis dalam sepi, tersedu-sedu sendirian walau tak ada satu pun isakan lirih yang keluar dari mulut yang tertutupi lakban hitam itu. Air matanya tidak bisa berhenti mengalir, begitu derasnya aliran itu turun dari telaga basah miliknya. Gadis itu ketakutan. Tak ada seorang pun yang datang memyelamatkannya, meskipun keinginannya untuk pulang dan menemui keluarganya yang ada di rumah begitu besar. Pada akhirnya, dia tetap merasa kesepian di sana Julia berjanji kepada tuhan, jika dia dibebaskan saat itu juga, begitu tiba di rumah dia akan menjadi anak yang lebih baik lagi kepada orang tuanya. Dia akan rajin dan sering membersih

