23

2522 Words

"Hei, jangan pergi." Tiba-tiba saja terdengar suara rendah khas seorang laki-laki dari arah belakang, Julia refleks berbalik badan dan terkesiap di tempat. Gadia itu mundur seketika, mulanya hanya beberapa langkah lambat, lalu bersiap untuk mengubahnya menjadi kekuatan yang menyokongnya untuk bisa melarikan diri. Julia hampir tidak bisa bernapas dengan benar, dadanya masih berdenyut nyeri. Entah karena takut, atau karena hal lain. "Ka-kalian ini ... siapa?" Julia bertanya dengan suara yang sedikit bergetar. Rasa sakit di dadanya perlahan memudar, tapi tidak dengan rasa takutnya. Seharusnya dia tidak pergi keluar siang hari itu. Seharusnya dia tadi tidak memilih jalan pintas yang sepi seperti ini. Seharusnya tadi dia lebih bijak lagi memilih rute pulang. Mengapa dia malah berakhir di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD