"Fyuhh, akhirnya selesai," komentar pria bertopeng putih. Dalam satu tarikan yang cepat, ia berhasil melepas topeng yang melekat di wajahnya dan memperlihatkan rahang tegas yang kokoh, hidung yang mancung serta netra mata berwarna biru yang terlihat tajam. "Gadis ini merepotkan sekali." "Kau yakin dia tak mati?" Sosok bertopeng hitam ikut melepas penutup di wajahnya, menampakkan wajah seseorang laki-laki dengan ekspresi datar yang begitu dingin. Ia menatap sahabatnya sejenak, lalu beralih menatap gadis yang tertelungkup di tanah. Mark, sang rubah putih tersenyum miring, kemudian dengan santainya ia melempar balok kayu yang digunakan olehnya ke sembarang tempat. "Tentu saja," jawabnya tenang sambil membersihkan noda tanah yang mengotori tangannya yang bersih. "Aku memukulnya di titik yang

