"Nah, Arlan bisakah kamu menjaga Ray, demi paman mu ini?" Arlan tersenyum masam. "Paman kira aku guru TK apa?" Arlan jadi sewot. Pekerjaan banyak malah menambah pekerjaan yang enggak penting. "Seperti yang paman lihat, aku belum banting stir menjadi perawat seseorang. Aku masih dokter obgyn." Arlan menyanjung tinggi pekerjaan yang tengah ia emban. "Begini nih, kalau kelamaan jomblo," sindir Rama sambil tertawa kecil. "Cari pasangan hidup sana atau sama Ray saja, tapi setelah resmi bercerai ya." "Silakan keluar dari ruangan ini sekarang juga, wahai Paman Rama," ucap Arlan penuh emosi. Arlan tak menanggapi candaan Rama yang sangat sensitif menurut Arlan. Rama benar-benar tertawa puas menjahili Arlan. "Paman siap menjadi ayah mertua kamu. Pintu rumah akan terbuka lebar jika kamu datan

