Sedikit ragu Araya pun mengambil baju-baju yang entah kenapa terlihat sangat berlebihan di matanya. Hanya satu baju yang terlihat normal di antara yang lain. Baju itu sangat pas ditubuhnya, baju terusan mirip gamis berwarna dusty pink dengan hiasan bunga kecil di pergelangan tangan. Araya menyukai baju itu. Baiklah, sepertinya dia akan memilih baju ini saja. Baju yang araya pilih harganya terjangkau daripada yang lainnya. Walaupun nominal angkanya menyentuh di angka sejuta. Araya pun keluar dari fitting room. "Ma, Ray pilih ini aja ya." Pinta Araya. Sebenarnya mama mertuanya hendak protes, tapi dia tahu hanya satu baju itu saja yang tak terlihat begitu mencolok. Selebihnya ditaburi dengan payet-payet serta batu-batu yang terlihat berkilauan. "Baju yang lain yakin enggak mau?" Tawar mam

