Bab 24

1064 Words

"Ma, ini terlalu berlebihan." Araya tak enak hati saat mama mertuanya mengajaknya masuk ke butik yang ia tahu adalah salah satu designer ternama di Indonesia. Seolah angin lalu, mama mertuanya hanya menanggapi protes menantu cantiknya itu dengan sebuah senyuman. Masuk ke butik seperti ini adalah hal biasa bagi mama mertuanya, tapi tidak bagi Araya. Dia terbiasa hidup sederhana. "Ma, Ray masih punya banyak baju yang bagus." Araya masih berupaya bernegosiasi pada mama mertuanya. "Sesekali habiskan uang suami kamu, Ray. Mama yakin Rion enggak akan marah." Kalau mama mertuanya sudah mengatakan hal seperti itu, Araya bisa apa selain pasrah. "Selamat datang nyonya, ada yang bisa kami bantu?" Sapa salah satu pegawai menyambut kedatangan keduanya. "Tolong pilihkan baju terbaik yang ada di b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD