Evelyn masih mengingat kejadian beberapa hari lalu, terpatri jelas setiap inci dalan ingatannya. Pria bernama Gevan itu tak ubahnya seperti mafia menurut Evelyn. Hanya berani mengancam demi seorang wanita. Apalagi wanita seperti Araya, hati Evelyn sangat meradang. Evelyn tahu, jika ancaman pria itu tak main-main. Walaupun sekarang Evelyn mengantongi uang yang sangat banyak, Evelyn tak bisa melepaskan Rion begitu saja. Anaknya butuh sosok ayah dan Evelyn tak mau jika anaknya kelak akan mengalami nasib yang sama seperti dirinya. Jauh di dalam lubuk hati Evelyn paling dalam, Evelyn tak akan mau mengulang kisah kelam ibunya. Cukup ibunya merasakan penderitaan hingga akhir, Rion akan tetap selalu mencintainya seperti dulu hingga sekarang. Setelah berpikir berulang kali, Evelyn harus melalui

