bab 33

1018 Words

Gevan membiarkan Araya tidur hingga sore. Gevan pun berniat membangunkan Araya, sekaligus mencoba menghibur Araya. Setelah sampai di depan kamar Gerald, Gevan membuka pintu dengan hati-hati agar tak menimbulkan suara berisik. Gevan terdiam beberapa saat di depan pintu seolah ada batas yang harus dia terobos saat ini. Setelah beberapa saat dia terdiam, tiba-tiba saja dia mendengar suara seperti rintihan. "Ma, jangan pukul Ray lagi. Sakit mama." "Ma, Ray enggak nakal mama." "Sakit, mama." Gevan mendengar suara rintihan itu secara seksama dan cepat-cepat menuju ranjang Gerald. Gevan dapati jika kondisi Araya bisa dikatakan sedang tak baik-baik saja. Peluh membasahi kening Araya, padahal kamar Gerald cukup dingin karena air conditioner di suhu 17 derajat celcius. Suhu yang cukup dingin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD