Gevan membiarkan Araya tidur hingga sore. Gevan pun berniat membangunkan Araya, sekaligus mencoba menghibur Araya. Setelah sampai di depan kamar Gerald, Gevan membuka pintu dengan hati-hati agar tak menimbulkan suara berisik. Gevan terdiam beberapa saat di depan pintu seolah ada batas yang harus dia terobos saat ini. Setelah beberapa saat dia terdiam, tiba-tiba saja dia mendengar suara seperti rintihan. "Ma, jangan pukul Ray lagi. Sakit mama." "Ma, Ray enggak nakal mama." "Sakit, mama." Gevan mendengar suara rintihan itu secara seksama dan cepat-cepat menuju ranjang Gerald. Gevan dapati jika kondisi Araya bisa dikatakan sedang tak baik-baik saja. Peluh membasahi kening Araya, padahal kamar Gerald cukup dingin karena air conditioner di suhu 17 derajat celcius. Suhu yang cukup dingin

