Gevan menatap pemandangan kota dari kaca lantai enam rumah sakit, tempat Araya di rawat. Langit senja mulai menyebar di ujung sana. Pemandangan senja mampu membuat Gevan dapat berpikir jernih. Sebelumnya dia sempat hampir menggila di ruang konsultasi tadi, tapi syukur saja mamanya dapat memenangkannya. Gevan mengusap kasar wajahnya, dua jam lagi acara itu akan di mulai. Gevan bimbang, apakah dia harus pergi atau tetap berada di sini. Gevan tak bisa mengontrol emosinya jika ia bertemu dengan Rion nanti. Rasanya Gevan ingin menonjok wajah b******k Rion hingga hancur. Bagaimana Gevan bisa berdiam diri jika saudaranya telah mengalami penderitaan secara terus menerus. Tadi, Gevan dengan tak sabar akhirnya menghubungi nomor ponsel ibunya Rion dan menanyakan perihal ginjal Araya. Perasaan Ge

