bab 35

1019 Words

Setelah wanita itu pergi, Anna dan Rena saling tatap menatap satu sama lain. "Lo yang antar buket ini besok." Putus Anna sepihak pada Rena. Rena menatap Anna sewot. "Barengan lah. Masa gue sendiri." "Gue ogah masuk ke sarang setan." "Apalagi gue," sambar Rena cepat. "Apalagi bunga-bunga ini melambangkan kematian. Sumpah gue merinding." Rena memeluk dirinya sendiri. Bayangkan saja dua puluh buket bunga di pesan dengan tema kematian, siapa yang enggak merinding. Anna terdiam sesaat. "Pakai jasa kurir kayak biasa aja deh." "Yaelah. Tadi sok-sokan, sekarang pakai jasa kurir. Plin plan amat," sindir Rena sambil mencibir. "Gue kira lo sayang sama uang tip yang di kasih tadi." "Salah satunya itu, lumayan bisa beli lipstik baru." Anna terkikik senang. "Jadi?" Rena tak sabaran jadinya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD