Menjelang makan siang, Araya mendapat pesan singkat dari Rama. Pria itu hendak bertemu dengan dirinya untuk membicarakan beberapa hal. Araya sedikit heran, tumben sekali ayahnya itu mengirimkan pesan ingin bertemu dengannya. Wajar saja Araya keheranan, sejak bertemu untuk pertama kalinya, pria itu tampak enggan untuk menjalin hubungan layaknya sebuah keluarga. Selama yang Araya ingat, ketika dia dimarahi atau dipukuli oleh mamanya, pria itu hanya diam dan melihat sekilas, setelah itu ia akan pergi menjauh entah ke kamar atau ke halaman belakang rumah. Bahkan saat Araya pindah sekolah secara mendadak ke luar negeri pun, pria itu juga sama sekali tak membelanya atau mengeluarkan sepatah kata pun. "Ren, mbak mau pergi dulu. Kalau ada hal yang penting kamu call mbak saja seperti biasa," ucap

