Rion menatap lekat wajah Araya yang tertidur lelap. Tanpa sadar, Rion menyunggingkan senyumnya sembari menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Araya. Ganggu saja helai-helai rambut ini, Rion ingin sepuasnya menatap wajah ayu istrinya tanpa penghalang, contohnya helai rambut ini. "Sehat-sehat terus di sana sayang sampai nanti kamu ketemu dengan mama dan papa." Batin Rion sembari mengelus perut Araya yang masih datar. Rion mana berani menyentuh perut Araya jika pemiliknya dalam keadaan sadar. Terakhir kali saat Rion nekad memeluk Araya dari belakang, istrinya itu menghadiahkan cubitan pedas diperutnya. Sakit dan perih, di tambah lagi Araya melemparkan tatapan kesal padanya. Araya sedikit gelisah dalam tidurnya dan membuat pergerakan kecil. Hal itu tak luput dari pandangan

