Bab 22

1018 Words

Mimpi buruk itu masih berlangsung. Peluh membasahi kening Araya dalam tidurnya. Bahkan Rion yang berusaha membangunkan Araya dengan menggoyangkan tubuhnya tak ada hasilnya sama sekali. Seolah jiwa Araya telah menyatu dalam mimpinya. "Mama, sakit mama. Ray janji enggak akan nakal lagi mama." Suara rintihan itu masih terdengar di telinga Rion walaupun suara Araya terdengar sangat lemah. "Mama, sakit mama." Rion sedikit meringis dan dia tak bisa membayangkan apa yang telah dilalui Araya sejauh ini. "Ray, bangun." Rion masih berusaha membangunkan Araya untuk kesekian kalinya. "Araya, bangun. Sayang, please bangun." Rion dapat melihat jika istrinya sangat tersiksa dalam mimpinya. Rion bertanya-tanya, mimpi seperti apa sehingga istrinya seolah terjebak di dalam sana? Akhirnya, kedua mata A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD