Aku ingin setia, tetapi terkadang kesetiaan membuatku terluka. *** Icut membuka pintu kamarnya. Matanya membelalak kaget tatkala melihat isi kamarnya yang kosong. Ia tahu siapa pelakunya. Lekas ia berjalan ke kamar Haykal. Suaminya ada di sana. Duduk di atas ranjang, sedang membaca buku. Karena hati yang dongkol, Icut melempar tasnya tepat di sebelah Haykal. Lelaki itu tampak sedikit kaget. "Semua salah kamu!" seru Icut dengan marah. Haykal menutup bukunya, menyimpannya kembali di rak. Ada yang lebih penting untuk dipedulikan saat ini, sang istri yang sedang marah. "Ada masalah?" Harusnya Haykal menegur kelakuan Icut yang keterlaluan. Tidak mengucap salam, bahkan melempar tas sembarangan. Namun, ia rasa ini bukan saat yang tepat. Mata merah Icut memberinya peringatan untuk berhati

