"Yeay ... Mommy pulang ...!" teriak Revan dengan penuh semangat. Anak laki-laki berusia lima tahun itu melompat dari sofa dan berlari ke arah Keira yang baru saja datang dan membuka pintu. Wajahnya yang ceria dengan senyuman lebar membuat hati Keira menghangat. "Sayang ...." Keira membalas dengan senyuman hangat, lalu jongkok untuk memeluk putranya erat. "Mommy kangen banget sama kamu, Nak." Revan tertawa kecil, memeluk leher Keira dengan erat. "Aku juga kangen, Mommy! Mommy lama banget pulangnya. Revan tadi sudah hampir ketiduran." Keira terkekeh pelan dan mencium pipi anaknya. "Maaf ya, Sayang. Tadi Mommy harus ambil lembur." Revan melepas pelukan itu dan menatap Keira dengan mata berbinar. "Baiklah, nggak apa-apa. Tapi ... Mommy harus lihat ini!" serunya sambil berlari ke meja rua

