“Jadi, kau bilang bahwa kau benar-benar membeli testpack itu?” Leo memastikan.
Binar mata Virgo sedikit gelisah. “Ya.”
“Tapi bukan untukmu? Lalu untuk siapa?”
Ia menolak dengan defensif. “Aku juga harus menceritakan hal itu padamu? Kau bilang sudah menciptakan skenario yang lebih baik untuk kita.”
Virgo menatap Leo dengan terlalu tajam. Mengingat bahwa Leo seorang Issander sekaligus Dewan Direksi ISSA Sport Management, maka ia tidak bisa menyebutkan nama Libby. Sahabatnya akan tamat jika agensinya tahu dia diduga hamil saat ini.
“Oke. Seperti apa pun ceritanya, pastikan untuk tidak mempengaruhi kebenaran yang kubuat nanti.”
Leo menggeleng, tak ingin memperpanjang masalah.
“Kau juga harus bersiap-siap karena aku akan sering mengunjungimu di lokasi syuting.”
“Harus sampai begitu?”
“Karena kau kekasihku. Paling tidak kita harus berkencan dan kelihatan bersama beberapa kali.”
Leo mengatakan dengan lembut dan tenang, tapi entah kenapa yang Virgo rasakan hanyalah hawa dingin tidak nyaman. Pria itu kemudian tersenyum penuh arti. “Bukankah itu menyenangkan? Kau bisa memanfaatkanku dengan baik, Virgo. Laki-laki ini ceritanya sedang mencintai dan tergila-gila padamu sekarang.”
Virgo membalas tatapan manipulatif yang memikat itu dengan tajam, kemudian bergidik dan menggeleng. “Hentikan atau kupukul wajah itu.”
Gadis itu mendesah. “Lalu bagaimana dengan rumor lain? Tentang produser, perselingkuhan sutradara, dan perundungan?”
Gadis itu tidak ingin menjadi satu-satunya yang repot dalam kesepakatan ini. Jadi ia ingin memastikan Leo juga mengerjakan bagiannya.
Leo melihat jam tangannya. “Tidak perlu khawatir. Itu seharusnya akan selesai siang ini. Pastikan saja kau menonton berita.”
“Apa yang ….”
Virgo masih mau mendebat, tetapi Leo kemudian memotong. “Bukankah sebentar lagi kau ada jadwal? Seharusnya manajermu sudah menunggumu di lobi.” Leo menoleh pada Jeremy, sekretarisnya itu mengangguk.
Leo kemudian bangkit. Virgo melihat jam tangan. Benar, ia harus berangkat sekarang. Gadis itu segera bersiap pergi. Namun, anehnya, Leo juga mengikutinya. Tadinya ia tidak ingin ambil pusing, tapi siapa sangka pria itu malah terus mengekorinya hingga ke lobi.
“Apa yang kau lakukan?!” bisiknya menahan marah.
Sekarang hampir tengah hari, jadi gedung agensi itu lumayan ramai.
Leo membukakan pintu penumpang belakang, sementara Eric baru saja turun dari kursi pengemudi. “Tuan Issander.” Eric menyapa sopan sambil membungkuk.
Leo menatapnya lalu balas mengangguk. “Masuk saja. Kalian akan berangkat sebentar lagi.” Meski bingung, Eric akhirnya masuk.
Sementara Virgo hanya memandangnya tajam dan sedikit terpana. Mata biru yang dalam itu tidak mudah dihadapi.
Leo memandangnya lekat, detik berikutnya pria itu tersenyum, dan tatapannya melembut. Ia bergerak maju, hampir mengapit Virgo dengan pintu mobil.
Pria itu menempelkan wajahnya di sisi kepala Virgo untuk berbisik. “Kau artisku dan kekasihku sekarang, jadi kau adalah tanggung jawabku. Saat ini rahimmu adalah milikku, jadi aku yang akan memeriksanya sendiri. Tunggu kabar dariku, kita akan ke dokter bersama.”
Gadis itu mematung karena kejutan yang terlalu banyak. Tindakan tiba-tiba itu hampir merontokkan jantungnya. Napasnya seketika gemuruh. Embusan napas Leo masih melingkupi lehernya, membuat punggungnya gatal. Ia sudah lupa kapan terakhir kali berada sedekat ini dengan laki-laki, dan insting pertamanya adalah memukul Leo agar mundur.
Ia sudah akan mendorong pria itu menjauh hingga terpental ke lantai. Namun, bunyi kecupan pelan mematikan seluruh geraknya.
Bajingan … apakah dia baru saja mencium sisi kepalanya?! Leo menghidu rambutnya dengan gerakan tipis hingga seolah hanya mengenai angin di atas kepalanya!
Pria itu lalu menjauhkan tubuh. Hampir tertawa melihat wajah Virgo yang merah. Tentunya bukan karena malu melainkan murka!
Belum sempat bereaksi, sebuah pukulan keras mendarat di lengan atasnya. Leo termangu, matanya melebar karena emosi, tapi ia mengendalikan diri dan hanya mengeluarkan senyum simpul.
“Ayo, Jeremy.”
Leo lalu berbalik kembali ke kantor. Meninggalkan Virgo yang masuk ke mobil sambil membanting pintu. Serta orang-orang yang menyaksikan kejadian itu dengan mata terbelalak.
***
Virgo Thanaya diduga berpacaran dengan Presdir ISSA Entertainment.
ISSA Entertainment mengonfirmasi kebenaran rumor terkait hubungan Virgo Thanaya dengan CEO ISSA, Leo Issander.
Virgo Thanaya dan Leo Issander dikabarkan berpacaran! Intip 5 aset senilai masing-masing lebih dari 1 triliun milik Tuan Muda Leo!
Plot Twist! Ternyata Virgo dan Leo sudah menjalin hubungan selama hampir satu tahun?
“DASAR BERENGSEK!!!”
Virgo membanting ponsel ke kursi penumpang di sampingnya. Ia bahkan baru sampai di lokasi syuting dan belum turun dari mobil. Namun ponselnya seolah hampir rusak karena notifikasi.
Leo sialan … apakah pria itu memegang kendali seluruh media? Hanya dalam hitungan menit, ia bahkan sudah berhasil menggiring opini publik. Orang-orang yang sebelumnya mengkritiknya seketika menjadi kagum dan mengoreksi pendapat mereka, bahwa semua gosip kemarin pasti salah paham karena ia telah memiliki seorang Leo Issander.
Virgo seketika pusing, ini keterlaluan.
Lebih dari itu, bukankah seharusnya ia membahas hal-hal besar seperti ini lebih dulu dengannya?
Tunggu, tidak. Bukan berarti ia ingin tahu detailnya. Yang ia inginkan hanyalah ini semua selesai. Terserah apa pun caranya.
“Virgo.” Eric memanggil.
Untuk sesaat ia hampir lupa kalau pria itu juga ada di sana.
“Bisa-bisanya kau menyembunyikan ini dariku?”
Virgo bingung. Hah?
“Kenapa kau tidak cerita padaku kalau kau berpacaran dengan Leo?”
???!!!!
BAHKAN PRIA ITU JUGA BERNIAT MENIPU MANAJERNYA?
“Eric ….” Virgo berniat menjelaskan, tapi melihat wajah Eric yang terharu, ia jadi urung.
“Aku tidak tahu apakah aku boleh merasa senang. Tapi ini melegakan. Setidaknya Tuan Leo pasti akan membantumu melewati ini semua kan?” Eric tampak terharu.
Hati Virgo berdenyut. Kenapa jadi bertambah rumit seperti ini?
“Kau tahu, katanya Leo Issander adalah keponakan jauh dari Keluarga Inti Issander. Aku pernah mencari tahu sekilas tentang riwayat karirnya, dan namanya ada di hampir semua lini bisnis sebagai petinggi. Aku yakin dia bukan orang sembarangan dan kita bisa memercayainya. Aku juga belum menemukan berita-berita buruk soal dia, jadi kukira dia tidak akan jahat padamu.”
Eric tampak lebih semringah, sementara Virgo hanya mendesah lemah. Bukan berarti ia bisa memberitahu Eric mengingat kontrak kerahasian mereka, tapi tetap saja, Eric adalah temannya dan ia agak merasa bersalah.
“Oh, ISSA katanya akan melakukan konferensi pers! Apakah menurutmu Tuan Leo akan turun langsung?” Eric asyik bicara dan membaca sesuatu di ponselnya dengan hati-hati.
Virgo, sejujurnya, sudah tidak menginginkan kejutan lain. Namun tangannya bergerak sendiri mengambil ponsel.
Konferensi pers dibuka langsung oleh pimpinan divisi humas dan juru bicara media ISSA Entertainment. Pria itu berterima kasih atas kehadiran para awak media, menjelaskan singkat, lalu mulai meluruskan beberapa hal. Di barisan perwakilan ISSA Entertainment, Leo tidak terlihat.
“Kami sudah memberikan teguran pada artis kami, Nona Virgo Thanaya, terkait perilaku kurang sopan yang telah dilakukan. Ia juga berniat datang pada konferensi ini agar bisa meminta maaf secara langsung, tetapi karena beberapa hal, itu tidak dimungkinkan. Sehingga kami akan mewakili Nona Virgo. Namun, entah bagaimana penyebaran berita menjadi tidak terkontrol dan tiba-tiba ada banyak berita tidak benar yang beredar. Kami akan menindak tegas pelaku penyebar rumor tidak berdasar tentang artis kami. Dalam hal itu, izinkan kami menjelaskan hal-hal yang perlu diluruskan.” Para reporter mulai bersiap di papan ketik dan alat rekam.
“Apakah ini berarti tidak benar kalau Virgo menghabiskan waktu dengan produser dan sutradara untuk bisa memperoleh tawaran iklan?”
Salah satu suara mengalahkan yang lain. Orang-orang seketika sibuk.
“Itu semua tidak benar. Nona Virgo Thanaya tidak pernah menghabiskan malam dengan siapa pun seperti yang disampaikan dalam artikel, apalagi dengan tujuan demikian. Semua kontrak kerja sama dijalin atas asas bisnis yang jujur dan profesional.” Juru bicara menjawab tenang dan tegas.
“Bagaimana rumor kehamilan Virgo?”
“Apakah anak itu adalah anak Tuan Leo Issander?”
“Bagaimana dengan isu kehamilan Virgo dengan pengusaha K?”
Orang-orang hiruk-pikuk. Namun juru bicara itu langsung turun dan menjauh dari mik. Kemudian terdengar suara langkah kaki. Lalu disusul orang-orang yang terkesiap dan berbisik perlahan.
Ruangan sunyi senyap saat Leo datang bersama Jeremy dan dua pengawal lain di belakangnya. Pria itu dengan tegap melangkah menuju podium, tampak seksi dalam balutan setelan kerja berwarna hitam. Tatapannya mendominasi ruangan hingga semua orang diam memperhatikan. Tampak seperti singa agung yang tengah memasuki wilayah kekuasaannya.
Melihat kedatangannya, orang-orang masih belum pulih dari kekagetan. Sosok Leo Issander masih tergolong asing, sebagian orang bahkan tidak mengenalinya. Sebagian lain hanya mengenalnya sebagai CEO baru ISSA Entertainment. Tidak ada yang tahu latar belakangnya, kecuali rumor tentang ia yang diduga keponakan jauh keluarga Issander. Kebanyakan berita juga hanya menyebutkan nama dan jabatannya, tanpa foto yang jelas hingga tak banyak yang tahu bagaimana penampilannya yang sebenarnya. Sebagian malah mengira Leo Issander adalah pria berusia 40 tahun.
Tidak ada yang menyangka bahwa figurnya jauh melebihi ekspektasi.
“Siapa …?” bisik salah seorang reporter bingung.
“Katanya dia CEO ISSA Entertainment.”
“Apa?”
Mik berdengung sekilas sebelum Leo bicara.
“Selamat siang. Saya Leo Issander, Presdir dari ISSA Entertainment. Di sini saya tidak akan menjawab terlalu banyak. Namun saya ingin mengonfirmasi sesuatu dengan jelas.”
Pria itu berkedip perlahan, tampak anggun sekaligus berbahaya. Gurat serius dan tenang menyatu dalam tulang wajahnya yang tegas.
“Seperti yang telah dikonfirmasi oleh perusahaan, benar bahwa saya saat ini sedang berpacaran dengan Virgo.”
Jeda setelahnya seharusnya diisi oleh desakan para reporter, tetapi suara berat dan tatapan tajam Leo seolah meredam semuanya. Di tempatnya, Virgo tanpa sadar merasa malu. Sudah begitu lama sejak ia menjalin hubungan, jadi melihat seseorang mengatakan di hadapan seluruh dunia bahwa ia adalah pacarnya tiba-tiba terasa memalukan.
“Namun, tidak benar bahwa Virgo kini sedang hamil. Kami memang berencana ingin memiliki anak. Dan karena itulah aku menggelar kompetisi ibu pengganti ini—agar dia bisa mengandung anak kami.”
Untuk sejenak semuanya hening. Namun, kemudian seolah orang-orang baru tersadar, semua orang seketika terkesiap. Dengung kaget dan kehebohan mulai memenuhi ruangan.
Leo menatap tenang kerumunan di depannya, mengangguk sopan kepada khalayak.
“Ini adalah perkenalan yang agak mendadak dan terlambat. Saya adalah Leo Issander, orang yang menyelenggarakan kompetisi ibu pengganti. Saya menyatakan bahwa dengan ini kompetisi akan dihentikan. Semua reward akan diberikan kepada kontestan terpilih yang sudah berhasil memasuki tahap seleksi sejauh ini, seperti yang tertera dalam perjanjian.”