94

1198 Words

Mendengar ungkapan Irsyad yang lantang tentu saja Mas Hamdan semakin membabi buta dan langsung mengayunkan batang besi bengkok itu ke arah Irsyad. Tetangga yang yang baru saja terpana tentu saja langsung terperanjat dan berteriak untuk mencegah Mas Hamdan berbuat nekat. "Jangan Mas Hamdan, ya Allah." "Stop!" Brak! Batang besi mendarat di punggung temanku dengan keras, kalau dibayangkan tentu bukan kepalang sakitnya, aku yakin, saat ini punggungnya merasa sangat ngilu dan lebam. Untung juga yang terkena bukan kepala, kepala karena Irsyad melindunginya dengan kedua lengan. "Kurang ajar, jadi kau yang sudah memisahkan aku dan istriku," teriak Mas Hamdan, sambil menendang irsyad yang tersungkur karena pukulan besi. "Tunggu Kak Hamdan, jangan begini!" Karman yang tiba tiba datang langs

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD