95

1060 Words

"Maaf, saya salah," ulangnya sekali lagi. "Apa? Kami tidak dengar," ucapku kesal. Dia yang merasa dipermalukan makin geram. "Aku sudah keliru dan terbawa emosi," sambungnya sambil menahan napas. "Bagaimana ibu Aisyah, apakah ibu mau memaafkan?" "Jangan penjara ayah Bund ...." Dari luar ruangan putriku menggigil dengan tangisannya, meski dia tahu seperti apa kelakuan ayahnya, tetap saja anakkku mencintainya dan membelanya Aku menjadi sangat dilema, ketika di satu sisi ingin memenjarakan Hamdan dengan segala kejahatannya, tapi di sisi lain tak tega rasanya melihat anakku menangis dan khawatir seperti itu. "Iya, saya tak akan menuntut Ayahmu," ucap Irsyad. Dia mendekat dan menyentuh bahu Zahra dengan lembut, hingga anakku langsung terdiam dari tangisnya. "Hei, jangan sentuh anakku!"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD