Pria yang kuteriaki langsung terbangun, terkesiap sembari mengumpulkan ruh dan kesadarannya. Dia mengucak mata, lamat lamat menyaksikan diriku di depannya. "Mas Hamdan, Mas melalaikan salat subuh hanya karena menikmati percintaan dengan wanita ini?" Suamiku hanya melongo saja mendengar aku bertemu memarahinya. Si wanita terkejut malu lalu menutupi dirinya dengan selimut, canggung sekali. "Mbak, rasanya gak perlu gitu deh, gak enak sama mertua, beliau sekarang adalah suami saya," ucap wanita itu mendekatiku sambil tetap memegang selimut di dadanya. Plak! Kutampari wanita itu sampai dia terkejut, Mas Hamdan kaget dan mengulurkan tangannya tapi tak tergapai. "Sebagai istri, harusnya kamu mengajak suami kearah kebaikan, mengingatkan ke jalan yang benar. Mas Hamdan menikahimu karena dia

