18

1078 Words

Hujan menderu di pagi ini, tetesannya riuh rendah di atas rumah, cuaca kelabu dan angin lembab membawa kerinduan dan menimbulkan kesuraman tersendiri di hati ini. Dinginnya angin merebak, menusuk sampai ke tulang, aku menggigil di balik selimut, tubuhku demam. Air mataku tumpah merindukan seseorang, dia yang dulu penuh perhatian dan cintanya akan bertambah-tambah jika keadaanku sedang lemah. Rupanya tubuh ini menggigil bukan karena demam, tapi karena luka semalam. Luka yang ditorehkan Mas Hamdan. "Mas Hamdan! YA ALLAH ...." Aku berteriak di antara sedu sedan hujan yang menangis bersamamu. Namun sayang, tidak ada yang mendengar peduli atau datang memelukku. Kubayangkan di belahan lain, di sudut desa sana, suamiku masih berpelukan hangat dengan istri barunya. Tubuh mereka menempel s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD