15

1014 Words

"Tidak, aku tak akan membiarkan itu terjadi," ucapnya lirih dengan maksud mencegah konflik antara aku dan Maura. Lucu sekali mendengar bahwa ia melarangku pergi, sementara di sisi lain dia berusaha menandingi aku dengan wanita lain. Agak menggelikan mengetahui bahwa dia ingin berpaling tapi tetap serakah ingin memiliki diri ini. Di bagian yang mana aku akan bahagia. "Kamu pikir bahwa aku akan membiarkan Maura menguasai di rumah ini? Aku belum begitu bodohnya, Mas. Tapi di satu sisi kadang lelah atas sikapmu mengajak diri ini untuk pasrah. Sekarang kamu sudah mendapatkan keinginanmu, kamu bisa menikahinya kapan saja," jawabku sambil menyusun pakaian dengan cepat. "Jika itu amat menyiksamu ... aku tak akan melakukannya," ucapnya mencekal lenganku, tatapannya dalam seolah mengisyaratka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD