Ketika Masih Utuh

1141 Words

Vanila diam dan pasrah Rori menariknya seperti ini. Ia bisa mengerti dan tak ingin mengatakan apa - apa dulu. Rori sedang sangat terluka. Akan memperburuk lukanya jika Vanila mengajaknya bicara apa pun, termasuk kata - kata menenangkan sekalipun. Pak Maliki hendak menyapa keduanya ketika mereka melewati pos security. Namun lelaki itu menghentikan niatnya setelah melihat raut serius Rori dan juga betapa buru - burunya mereka. Hanya Vanila yang tersenyum tipis sembari sedikit mengangguk sebagai siratan berpamitan pada lelaki itu. Taksi online itu masih setia menunggu mereka sesuai pesan tadi. Mereka segera masuk. Sampai di dalam mobil dan perjalanan di mulai, belum ada satu patah kata pun. Masih hening. Sepuluh menit perjalanan berlalu. Rori sepertinya nampak lebih tenang. Lelaki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD