Those Painful Words

1114 Words

Ketika Mahera akhirnya membuka pintu rumah, Rori semakin merasa melankolis karenanya. Setiap sudut rumah ini membawa kenangan yang berarti. Dulu tak terasa, saat ia masih tinggal di sini. Namun sekarang, semuanya begitu menyesakkan d**a.    "Mama ... Mama ...." Mahera memanggil Alona dengan nada cukup tinggi, dengan tujuan wanita itu segera mendengarnya.    "Hera ... jangan teriak - teriak sayang. Mama udah denger." Alona menjawab entah dari mana.    "Mama where are you? Ini dicariin nih. Ada yang kangen."    Alona tak kunjung menjawab. Wanita yang sedang memasak di dapur itu sejenak memikirkan seseorang yang paling ia rindukan di dunia -- putra bungsunya. Mungkinkah Rori yang datang? Apakah itu mungkin?    "Siapa sayang?" Alona akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.    "Sini don

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD