Irene masih ada di rumah Marco, meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dia sedang duduk santai di ruang tengah sambil menonton TV. Adapun Marco merasa tak nyaman karena hanya berdua di rumah dan takut akan ada gunjingan dari tetangga. Matanya melirik pada Irene yang tak ada tanda-tanda untuk segera pulang. "Kenapa dia begitu tenang? Masa iya mau menginap juga. Bisa berabe urusan!" gumam Marco dalam hati diikuti lirikan saksama pada Irene yang amat fokus menatap layar TV. Tak ada pembicaraan di antara mereka dan Marco pun malas untuk memulainya karena hal itu akan membuat Irene tak bisa berhenti bicara nantinya. "Kenapa Om Marco hanya bengong terus? Rezo bilang kalau laki-laki normal pasti tak akan menyia-nyiakan waktu saat berduaan dengan wanita. Kenapa dia tak bereaksi sama sek

