Keesokan harinya, Marco bangun pagi seperti biasa dan Mbak Yuli datang tepat pukul 6 pagi serta masuk ke rumah tanpa meminta dibukakan pintu oleh Marco, meskipun dia sudah bangun. Setelah masuk rumah, Mbak Yuli melihat meja di dapur sudah rapi dan tanpa ada satu pun gelas kotor. "Tumben sekali tak ada piring kotor. Apa Den Marco tak makan malam, ya? Eh, diakan memang pergi ke rumah adiknya." Mbak Yuli mengoceh sendiri ketika sampai dapur dan menemukan tak ada bekas perabotan kotor. "Ada apa, Mbak? Piring kotornya sudah dicuci oleh Irene." Marco menjawab dan berjalan mendekat, lalu menarik kursi untuk dia duduki. "Neng Irene datang semalam?" "Iya. Dia datang dan menelpon saat aku masih di rumah Erika. Pakai mengancam segala mau bakar rumah kalau aku tak cepat pulang." Mbak Yuli terkeju

