Bab. 30. Makan Malam Berdua.

1470 Words

Samir menoleh menatap intens ke arah istrinya yang asik duduk di meja rias. Gadis itu sangat tahu, kalau suaminya sedang memperhatikannya. "Kita bersandiwara hanya di depan keluarga saja, kan?" tanya Safiya tanpa menoleh ke arah Samir. "Tidak. Tapi saat kita berada di luar rumah," jawab Samir tegas. Safiya akhirnya memutar posisi duduknya. Tatapannya beradu dengan suaminya. "Mengenai perasaan kita, apakah aku boleh jatuh cinta ke lelaki lain?" Samir diam sejenak, otaknya dipaksa berpikir agar dia bisa menjawab pertanyaan dari istrinya itu. "Aku rasa tak masalah. Aku atau pun kau, berhak bahagia. Pernikahan ini sungguh terpaksa, kita bahkan baru mengenal beberapa sampai naik ke pelaminan." "Jika aku atau kamu punya rasa cinta untuk orang lain, jalani saja. Sampai pada akhirnya kita bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD