Siang harinya di perusahaan Samir. Bianca benar-benar datang membawakan makan siang. Wanita itu memasang wajah berseri dengan senyum manis. "Kenapa kau sambut aku dengan wajah sebal begitu, hah?" Bianca langsung duduk di sofa, meletakkan makan siang itu di meja. "Aku sudah melarangmu datang, kenapa kau nakal sekali," jawab Samir dengan nada kesal. "Lupakan dulu soal kemarahanmu itu. Aku sudah lama tak memasak untukmu. Sebelum aku kembali, cobalah makanan yang aku buat," ucap Bianca sambil menyiapkan makanan. Samir menghela nafas panjang. Dia kemudian mendekat ke arah Bainca. Meski enggan makan bersama wanita itu, dia mencoba menikmati. Beberapa menit berlalu, hanya Bianca yang cerewet mengobrol. Sedangkan Samir, hanya diam, dan sesekali menjawab yang harus ia jawab. Setelah makan sian

