Resmi

1792 Words

Dengan langkah kecilnya sosok gadis berambut panjang itu berjalan dibelakang pria yang berwajah masam. Saking masamnya buah belimbing kalah dari raut wajahnya yang tampak menahan kekesalan. Rahangnya mengeras dan giginya sesekali bergemelatuk menahan perasaannya yang siap meledak sekarang juga. Memasuki kediamannya, tak jarang pelayan yang berpapasan dengan mereka menyapanya namun pria itu berjalan seolah mereka tak ada berbeda dengan gadis cantik itu yang membalas sapaan mereka dengan berlari kecil untuk mengikuti sang kakak angkat. "Ehhh anak-anak mama udah pulang," suara itu berhasil menghentikan langkah Arum berbeda dengan Elang yang langsung nyelenong menaiki tangga tanpa berbalik melihat raut wajah kebingungan sang mama. "Kakakmu kenapa, Rum?" Arum mengikuti arah pandang mamany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD