Apa kamu mencintaiku, Arum?" Pertanyaan itu berhasil membuat Arum ternganga. Dengan suara lembutnya, Elang memberikan pertanyaan yang tak mampu Arum cerna dalam kurung waktu singkat, bahkan sampai Elang melepaskan pelukan mereka Arum masih mengerjap-erjap mencernanya. Mencintainya? Arum tersentak saat jemari panjang Elang mengelus pipi dan mengelus rambutnya. Elang tersenyum, matanya yang tajam kini menatap Arum penuh cinta. Arum menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan sedikit memundurkan wajahnya yang terasa panas dari Elang. Arum berdehem membuang muka keluar jendela mobil. Jantungnya berdegub kencang serta napasnya terasa berat untuk keluar. "Sayang," Arum kembali menoleh pada Elang saat pria itu menarik dagunya. Dengan perasaan canggung Arum menatap kakaknya it

